Maluku

Anggota DPRD Maluku Rasyad Effendy Latuconsina Wafat, Maluku Kehilangan Pemimpin Berjiwa Rakyat

potretmaluku.id – Minggu, 5 Januari 2025, Negeri Pelauw di Kabupaten Maluku Tengah diselimuti suasana duka. Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Wattubun, memimpin upacara pelepasan jenazah almarhum Rasyad Effendy Latuconsina, seorang tokoh yang dihormati sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku sekaligus Raja Negeri Pelauw.

Upacara tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie, Plt Sekwan Provinsi Maluku Farhatun Rabiah Samal, serta sejumlah anggota Fraksi Golkar.

Almarhum Rasyad Effendy Latuconsina meninggal dunia pada Sabtu, 4 Januari 2025, pukul 21.55 WIB, di RSU Pelni Petamburan Jakarta. Beliau merupakan anggota DPRD Provinsi Maluku yang mewakili Daerah Pemilihan Maluku Tengah dan juga menjabat sebagai Raja Negeri Pelauw.

Dalam sambutannya, Benhur Wattubun mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana namun memiliki dedikasi tinggi, ketekunan, dan loyalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Beliau adalah potret generasi Maluku yang cerdas, berdedikasi, dan berkomitmen tinggi. Yang paling penting, beliau adalah pribadi yang sangat bijaksana, terus berjuang membangun Maluku yang kita cintai dalam pengabdiannya sebagai wakil rakyat,” ujar Benhur.

Hal ini, kata Benhur, telah beliau tunjukkan sejak dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku pada tahun 2000 hingga hari di mana beliau menghembuskan napas terakhir.

Benhur menambahkan, kehadiran para pelayat dalam suasana duka ini merupakan wujud kebersamaan, kepedulian, dan rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada almarhum dan keluarga, khususnya masyarakat Negeri Hatuhaha.

Momentum ini juga membuka kembali memori terhadap berbagai hal yang telah dilakukan oleh almarhum Rasyad Effendy Latuconsina semasa hidupnya, terutama ketika beliau melewati hari-harinya dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi bangsa, negara, dan masyarakat Maluku sebagai anggota DPRD selama empat periode.

“Kesan itulah yang dapat kita peroleh dari sosok almarhum Rasyad Effendy Latuconsina. Sikap dan perilaku positif yang beliau tunjukkan semasa hidupnya tentu memberikan contoh dan teladan bagi kita semua, di mana kita dapat memberikan seluruh kemampuan dalam membangun daerah yang kita cintai,” tutur Benhur.

Ia berharap apa yang telah ditunjukkan oleh almarhum selama ini dapat memotivasi semua pihak untuk melakukan yang lebih baik lagi dalam bidang pengabdian masing-masing.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD, kami menyampaikan terima kasih. Kami yakin dan percaya bahwa jasa dan pengabdian yang telah beliau tunjukkan akan diberkahi oleh Allah SWT dan tidak akan hilang begitu saja, namun akan selalu dikenang oleh kita semua yang hadir saat ini,” pungkas Wattubun.

Kabar wafatnya almarhum Rasyad Effendy Latuconsina meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Maluku dan keluarga besar DPRD Maluku.

Jenazah almarhum diterbangkan dari Jakarta pada Minggu, 5 Januari 2025, menggunakan pesawat SuperJet dan tiba di Bandara Pattimura Ambon pukul 16.00 WIT. Setibanya di bandara, dilakukan upacara penghormatan terakhir yang dipimpin oleh Ketua DPRD Maluku, Benhur Wattubun.

Setelah upacara di Bandara Pattimura, jenazah almarhum dibawa menuju Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, untuk dimakamkan sesuai prosesi adat Hatuhaha.

Sebagai Raja Negeri Pelauw sekaligus Raja adat Hatuhaha (Latunusa), prosesi adat menjadi bagian penting dalam pemakaman almarhum. Tokoh adat dan masyarakat dari lima negeri—Pelauw, Kailolo, Hulaliuw, Kabauw, dan Rohmoni—dilibatkan dalam prosesi ini untuk memberikan penghormatan terakhir.(*/ASH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button