Kaka Ona dan Perjuangan Menjaga Dapur Tetap Menyala
Di balik lapak ikan di Pasar Mardika, Kota Ambon, ada perjuangan seorang perempuan untuk menjaga dapur keluarganya tetap mengepul. Selama lima tahun berjualan, kaka ona belajar bertahan di tengah harga ikan yang berubah, hasil tangkapan yang tak menentu, dan modal usaha yang terbatas.
Oleh: Maryo Melson Kapitan *)
Pukul enam pagi, ketika aktivitas di Pasar Mardika, Ambon, mulai bergerak, Kaka Ona sudah memulai pekerjaannya sebagai penjual ikan. Perempuan berusia 36 tahun itu menjalani hari-harinya dengan menjual ikan kepada masyarakat. Selama lima tahun menekuni pekerjaan tersebut, ia terbiasa menghadapi keadaan pasar yang tidak selalu sama.
Bagi kaka ona, pagi bukan sekadar awal hari. Ada penghasilan yang harus diusahakan, dagangan yang harus terjual, dan kebutuhan keluarga yang tidak bisa menunggu sampai keadaan pasar membaik.
Ikan momar, kawaliya, dan tatihu menjadi beberapa jenis ikan yang dijualnya untuk memperoleh penghasilan. Namun, di balik pekerjaannya, ada tantangan yang harus dihadapi, terutama ketika harga ikan naik akibat musim angin dan gelombang laut yang tinggi. Keadaan tersebut membuat nelayan kesulitan melaut sehingga persediaan ikan dapat berkurang.
Bagi Kaka Ona, perubahan harga bukan sekadar persoalan jual beli, melainkan keadaan yang turut menentukan pendapatan hariannya. Meski demikian, ia tetap berusaha menjalankan pekerjaannya demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Mengandalkan Hasil Laut
Selama lima tahun berjualan ikan, Kaka Ona telah memahami bahwa pekerjaan ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Ia biasa berjualan di Pasar Mardika dan terkadang berjalan berkeliling untuk menawarkan dagangannya.
Dalam menjalankan usahanya, Kaka Ona mengandalkan hasil tangkapan suaminya yang pergi melaut. Jika suaminya memperoleh ikan, hasil tangkapan tersebut dapat dijual kembali. Namun, apabila persediaannya belum cukup, ia juga membeli ikan dari orang lain untuk menambah dagangan.
Cara itu membuat usahanya bergantung pada dua hal sekaligus: hasil tangkapan suami dan kemampuannya mencari tambahan ikan untuk dijual. Ketika salah satunya terkendala, ia harus kembali memperhitungkan bagaimana dagangan bisa tetap tersedia.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



