Sosok

Kaka Ona dan Perjuangan Menjaga Dapur Tetap Menyala

Lima tahun menjalani pekerjaan sebagai penjual ikan telah menjadi bagian dari perjuangannya. Setiap hari, ia berusaha mendapatkan penghasilan melalui ikan yang dijual, meskipun harus menghadapi perubahan harga dan keterbatasan modal.

Lima tahun itu adalah rentang waktu yang membuat kaka ona akrab dengan perubahan. Ia tahu persediaan ikan tidak selalu cukup, harga tidak selalu bersahabat, dan penghasilan tidak selalu bisa dipastikan. Tetapi kebutuhan keluarga tetap ada, tak peduli bagaimana keadaan laut atau ramai-sepinya pembeli.

Di tengah keadaan itu, berjualan ikan bukan semata-mata kegiatan mencari keuntungan. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu jalan bagi Kaka Ona untuk ikut menopang kehidupan keluarganya.

Tetap Kuat Melewati Keadaan

Kaka Ona menyadari bahwa menjadi pedagang ikan membutuhkan ketekunan. Harga dapat naik ketika musim angin dan ombak menghambat nelayan mencari ikan. Persediaan pun dapat berubah, sedangkan kebutuhan keluarga tetap berjalan.

Ketika ditanya mengenai harapannya ke depan, Kaka Ona menekankan pentingnya semangat dan ketahanan dalam menjalankan usaha.

“Katong sebagai pengusaha harus tetap kuat dan semangat melewati keadaan. Biar harga ikan naik, katong tetap bisa lewati semua,” ungkapnya.

Dalam ucapannya, kaka ona tidak menyangkal kesulitan yang dihadapi. Ia tahu harga ikan bisa naik dan usahanya bisa terganggu. Namun, ia memilih untuk tidak berhenti hanya karena keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

Harapan tersebut mencerminkan tekadnya untuk terus menjalankan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Ia memahami bahwa tidak semua keadaan dapat dikendalikan, tetapi ia tetap berusaha menghadapi setiap tantangan yang datang.

Bagi Kaka Ona, berjualan ikan bukan hanya tentang memperoleh keuntungan. Pekerjaan itu juga menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan mempertahankan kehidupan sehari-hari.

Di pasar mardika, perjuangan itu berlangsung di tengah perubahan harga, keterbatasan modal, dan ketidakpastian hasil tangkapan.

Tidak ada jaminan bahwa setiap hari akan memberikan hasil yang sama. Yang ada adalah usaha untuk terus menjalankan pekerjaan, selama masih ada kesempatan.

Lima tahun telah berlalu sejak ia memulai usaha tersebut. Kini, dengan pengalaman yang dimilikinya, Kaka Ona terus menjalani hari-harinya sebagai penjual ikan.

Harapannya sederhana: tetap memiliki kesempatan untuk berjualan, memperoleh penghasilan, dan memenuhi kebutuhan keluarga meskipun harga ikan terus berubah.

Bagi kaka ona, bertahan bukan berarti menunggu harga kembali murah atau laut segera bersahabat. Bertahan berarti tetap mencari jalan di tengah keadaan yang ada. Sebab, di balik setiap ikan yang ia jual, ada kebutuhan keluarga yang ingin terus ia penuhi.(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


* Maryo Melson Kapitan, adalah mahasiswa magang dari Program Studi Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5

Berita Serupa

Back to top button