Lewat Busana Sagu, GWL Maluku Bawa Pesan Inklusi
potretmaluku.id – Daun sagu menjadi pilihan Gaya Warna Lentera (GWL) Maluku untuk menampilkan identitas budaya Maluku dalam rangkaian kegiatan Lomba Gerakan Jalan Indah (LGJI) 2026 di Kota Ambon, Sabtu, 5 September 2026.
Melalui busana etnik berbahan daun sagu, komunitas tersebut juga membawa pesan tentang keberagaman dan kesetaraan ruang publik.
GWL Maluku mengikuti kegiatan LGJI 2026 atas undangan panitia, dalam rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon dan HUT Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM).
Ketua GWL Maluku mengatakan pemilihan daun sagu tidak sekadar untuk menghadirkan unsur kreatif dalam busana. Sagu dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Maluku karena merupakan salah satu sumber pangan yang diwariskan lintas generasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Panitia LGJI 2026 atas kesempatan yang diberikan kepada GWL Maluku untuk turut berpartisipasi,” kata Ketua GWL Maluku Halim Silawane.
Menurut dia, keikutsertaan tersebut menjadi ruang bagi komunitas untuk menampilkan budaya Maluku sekaligus menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk berkarya dan berpartisipasi dalam kehidupan publik.
Dia berharap semangat hidup orang basudara tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon di tengah keberagaman.
Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Saguara, Jhon, mengatakan keterlibatan berbagai komunitas dalam kegiatan publik dapat memperluas ruang ekspresi bagi masyarakat.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai ruang yang aman bagi semua orang untuk berekspresi dan berpartisipasi,” kata Jhon.
Dia mengapresiasi keterlibatan GWL Maluku dalam kegiatan tersebut dan berharap partisipasi komunitas dapat memperkuat pesan tentang saling menghormati dan menghargai perbedaan.
GWL Maluku merupakan organisasi komunitas yang bergerak dalam isu kesehatan, hak asasi manusia, penguatan komunitas, serta penghapusan stigma dan diskriminasi.
Melalui keikutsertaannya dalam LGJI 2026, GWL Maluku berharap ruang publik di Kota Ambon semakin terbuka bagi masyarakat untuk mengekspresikan identitas, budaya, dan kreativitas.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman dalam kehidupan masyarakat Maluku.(TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



