Maluku Tenggara Pacu Kesiapan 38 Dapur Program Makanan Bergizi Gratis
potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mulai memetakan kesiapan infrastruktur pendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan MBG di Kantor Bupati, Kamis, 15 Januari 2026, terungkap bahwa daerah ini menargetkan pengoperasian 38 titik dapur yang tersebar di wilayah perkotaan hingga pelosok.
Sekretaris Satgas MBG Maluku Tenggara, Mohsin Rahayaan, menjelaskan bahwa puluhan dapur tersebut dikelola melalui tiga skema berbeda: aglomerasi, investasi swasta, dan pembiayaan APBN.
Saat ini, empat dapur aglomerasi di wilayah Watdek, Werilir, Wab, dan Langgur telah beroperasi di bawah pengelolaan yayasan.
“Untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sedang dibangun 22 unit dapur oleh investor. Pemerintah daerah akan menerima fasilitas tersebut setelah tim apraisal dari Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan verifikasi dan penggantian biaya pembangunan kepada investor,” ujar Mohsin.
Selain titik yang sudah berjalan, Satgas telah mengusulkan tambahan sembilan titik dapur baru di beberapa lokasi seperti di Dunwahan, Ohoira, Debur di Kei Besar Tengah. Kemudian Ler Ohoilim di Kei Besar, Weduar, Kiluat, Kiluair, Ad Wearaur dan Dihako. Kemudian 3 lagi yang dibangun melalui APBN, berdasarkan keputusan tiga menteri yaitu, yang dibangun di Danar.
Sementara itu, tiga unit dapur utama lainnya dibangun melalui dana APBN, termasuk proyek di lokasi bekas Arena MTQ Danar yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain urusan infrastruktur, rapat koordinasi ini menyoroti rantai pasok bahan pangan. Mohsin menegaskan, Bupati Maluku Tenggara telah menginstruksikan dinas terkait –termasuk Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian– untuk mengonsolidasikan sumber daya lokal.
Tujuannya agar kebutuhan sayur-mayur dan protein untuk 38 dapur tersebut dipasok langsung oleh petani dan nelayan setempat.
“Kami memastikan mekanisme distribusi dan pengelolaan dapur berjalan tepat sasaran. Fokusnya adalah memastikan kesiapan sumber daya lokal agar program ini berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Mohsin.
Langkah ini diharapkan mampu mengintegrasikan peningkatan gizi anak-anak dengan penguatan ekonomi kerakyatan di Maluku Tenggara melalui pemberdayaan penyuplai pangan lokal.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



