AmboinaMaluku Tengah

Bupati Malteng Sampaikan Duka, Warga Hunuth Minta Pelaku Pembakaran Rumah Ditangkap

potretmaluku.id — Warga Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, masih diliputi trauma setelah rumah mereka hangus terbakar akibat kericuhan yang dipicu tawuran antarpelajar pada Selasa, 19 Agustus lalu. 

Di posko pengungsian Desa Hunuth, Sabtu, 23 Agustus 2025, mereka menyampaikan harapan agar para pelaku pembakaran segera ditangkap dan diproses hukum.

“Kami minta pelaku pembakaran juga ditangkap, jangan hanya berhenti pada kasus penikaman. Anak-anak dan orang tua masih trauma. Jangan sampai ada narasi di media sosial yang makin memecah belah kami,” ujar seorang warga di sela kunjungan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. 

Mereka juga meminta ganti rugi bukan hanya untuk rumah yang terbakar, tetapi juga harta benda, termasuk sepeda motor yang ikut dilalap api. 

“Warga kami yang motornya ikut terbakar itu, sehari-harinya adalah tukang ojek dan dari motor itulah mereka menghidupi keluarganya. Rumah mereka yang terbakar, juga hasil mengumpulkan uang sebagai tukang ojek. Jadi kami berharap hal ini menjadi perhatian bapak,” ungkap salah satu warga.

hunuth
Bupati Maluku Tengah (kiri) menyerahkan bantuan sembako kepada warga Hunuth yang rumahnya terbakar akibat aksi massa, pada Selasa, 19 Agustus 2025.(Foto: potretmaluku.id/ZAI)

Zulkarnain datang menyerahkan bantuan sembako di Kantor Desa Hunuth. Sebelumnya, ia lebih dulu mengunjungi keluarga korban meninggal akibat tawuran antarpelajar, yang berkediaman di Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. 

“Beta sampaikan ikut berduka dan prihatin. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada basudara di Hunuth dalam kondisi yang tidak kita kehendaki. Kami datang untuk meringankan beban yang dialami,” katanya.

Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, gula pasir, terigu, susu, dan teh. Penyerahan berlangsung disaksikan Kepala Desa Hunuth, Yondri Kappuw, dan Kepala Bagian Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Malteng, Abdul Asis Marasabessy. Warga menyambut antusias pemberian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain menegaskan bahwa pemerintahnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon untuk memulihkan kondisi Hunuth. 

“Saya terus berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan Pak Wali Kota. Jangan ada lagi yang merugikan kita. Tidak ada untung dari konflik. Mari kita didik anak-anak agar mereka tidak terjerumus dalam kekerasan,” ujarnya.

Warga juga menitipkan pesan agar pemerintah menyiapkan regulasi yang mengikat guna mencegah terulangnya bentrokan antarwarga, terutama antara Hunuth, Hitu, dan Hitulama.

“Yang kami harapkan ke depan, tidak ada lagi kejadian seperti ini,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.(ZAI)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button