Remaja Ambon Tampil di Darwin Fusion 2025, Pererat Hubungan Budaya Indonesia–Australia

potretmaluku.id – Lima remaja dari Komunitas Jukulele Amboina, Ambon, hadir dalam gelaran International Darwin Fusion 2025 atas undangan Pemerintah Kota Darwin, Australia. Kehadiran mereka mendapat apresiasi langsung dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di Darwin, Bagus Hendraning.
“Sebagai pimpinan di KJRI Darwin, saya selalu mendukung kedatangan generasi muda Indonesia, khususnya ke Kota Darwin dan sekitarnya,” ujar Bagus Hendraning dalam keterangannya, Senin, 26 Mei 2025.
Ia menyebut kehadiran para remaja pelestari musik tradisional dari Ambon ini sebagai momen luar biasa yang mempererat pertukaran budaya antara dua kota bersaudara, Darwin dan Ambon.
Kelima remaja yang tergabung dalam Jukulele Amboina Community—Nadine, Joy, Gebby, Sthefany, dan Sefanya—tidak hanya tampil dalam acara utama, tetapi juga mengisi sejumlah pertunjukan di berbagai lokasi lain di Kota Darwin. Selain tampil, mereka juga berkesempatan menjalin interaksi dengan pemuda setempat selama sepekan di Australia.
Di sinilah inti dari upaya diplomasi budaya tersebut: memperkuat hubungan antar-kota melalui peran generasi muda sebagai duta seni dan budaya.
Bagus menekankan pentingnya memperluas jaringan budaya dan sosial di antara dua kota, serta menyebut bahwa KJRI Darwin akan terus memberikan dukungan penuh untuk kegiatan serupa.
Tak hanya tampil, para remaja Jukulele Amboina juga menyampaikan apresiasi kepada KJRI Darwin atas dukungan penuh, termasuk saat Konsul Jenderal turut mempromosikan kelompok ini dalam International Conference yang berlangsung pada Kamis lalu.
Pada waktu yang hampir bersamaan, upaya diplomasi juga dilakukan oleh Tim Ambon Sailing Community (ASC) yang dipimpin oleh Nico Tulalessy, bersama Ceisar Ruipassa dari Divisi Pengembangan Jaringan Pariwisata (Likes Travel Tour), serta Nadine Tulalessy, mahasiswa FISIP Universitas Pattimura.
Dengan dukungan KJRI Darwin, mereka bertemu dengan Wali Kota Palmerston, Athina Pascoe-Bell, dan Chief Executive Officer, Andrew Walsh, pada Senin, 26 Mei 2025.
Pertemuan di kantor Wali Kota Palmerston itu membahas berbagai potensi kerja sama masa depan, baik antara Palmerston dan Ambon maupun dengan kota dan wilayah lain di Maluku.
Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan menjajaki sektor-sektor strategis, seperti pengembangan pariwisata, pendidikan, dan kerja sama budaya.
Nico Tulalessy menegaskan perlunya menjalin kerja sama baru dengan kota lain di Australia, tidak hanya terbatas pada hubungan sister city dengan Darwin. “Perluasan kerja sama ini akan membuka peluang baru yang lebih luas,” kata Nico.
Wali Kota Palmerston menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan keterbukaannya untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama yang konkret. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Konsul Ekonomi KJRI Darwin, Andri Said, dan Konsul Penerangan Sosial Budaya, Gina Fadilla.
Andri Said menegaskan komitmen KJRI untuk terus memfasilitasi penguatan hubungan antara Indonesia dan Australia, terutama dengan kawasan utara Australia.
“Inisiatif dari komunitas seperti ASC perlu terus didorong karena mampu membuka ruang-ruang kerja sama baru yang strategis,” ujarnya.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi







