Pendapat

Toyota Innova dan Cerita di Balik Pemilihan Ketua KPID Sulawesi Selatan, Periode 2011-2014

PENDAPAT

Saya memakluminya sebagai proses demokrasi yang wajar. Saya sendiri memilih tidak mencoba mendekati teman-teman meski saya petahana.

Bismillah.

Saya mengenakan setelan jas dari rumah di Kompleks Anggrek, Minasa Upa, saat menuju ke Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sulawesi Selatan, yang menjadi lokasi pelantikan. Kantor Diskominfo ini berada di kilometer 15 ke arah utara dari Kota Makassar.

Dengan sepeda motor Honda Vario 125, saya menempuh perjalanan sejauh lebih 20 km ke sana.

Saya santai mengendarai sepeda motor ber-velg bintang itu. Speedometer saya hanya menunjukkan kecepatan rata-rata 40-an km/jam.

Saya tiba di lokasi sebelum acara dimulai. Kami, para komisioner terpilih, tampil necis dan rapi.

Lelaki mengenakan setelan jas dan berkopiah atau dalam bahasa undangannya disebut PSL (pakaian sipil lengkap), dan perempuan mengenakan busana nasional, dalam hal ini berkebaya, dan berkerudung.

Setelah prosesi pelantikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, di Aula Diskominfo Provinsi Sulawesi Selatan, kami pun menuju salah satu ruangan. Tujuannya untuk melakukan pemilihan ketua dan wakil ketua, supaya tidak ada kekosongan kepemimpinan.

Kepala Sekretariat KPID Sulawesi Selatan, H Banodding, dan staf hadir. Mereka memberi selamat kepada kami, dengan bersalaman, lalu berfoto bersama.

Pemilihan mau tidak mau dilakukan secara voting karena ada lebih dari 1 kandidat. Bahkan penghitungan suara dilakukan 2 putaran. Pasalnya, pada tahap pertama, terdapat 3 nama yang mengemuka. Saya, Andi Fadli, dan Dr Sukardi Weda, masing-masing mengantongi suara.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5 6Next page

Berita Serupa

Back to top button