Tomalehu Barat Petakan Warisan Budaya untuk Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
potretmaluku.id- Inventarisasi situs budaya, dokumentasi sejarah negeri, hingga penguatan tradisi dan bahasa lokal menjadi sejumlah agenda yang direkomendasikan, untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata Desa Tomalehu Barat, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
Rekomendasi tersebut merupakan hasil Sosialisasi Pemajuan dan Pelestarian Budaya Desa Tomalehu Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada Minggu, 1 November 2026.
Hasil pembahasan juga mencakup pemetaan potensi destinasi wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dokumen rekomendasi bersama itu ditandatangani Kepala Desa Tomalehu Barat, Irsandi H. Tiakoly, dan perwakilan tokoh adat.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam merancang pengembangan potensi wilayah dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya setempat.
Kegiatan yang diikuti 40 peserta itu dibuka oleh Hapsoro Ari Widyatama, yang mewakili Kepala Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Maluku. Dua narasumber turut dihadirkan, yakni akademisi Universitas Pattimura, Dr. Ferad Puturuhu, dan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pembahasan mencakup tiga pokok materi, yaitu pengenalan warisan budaya, pemetaan potensi dan perencanaan wilayah, serta strategi mengembangkan kekayaan budaya sebagai daya tarik wisata tanpa menghilangkan nilai penting yang melekat di dalamnya.
Kepala Desa Tomalehu Barat, Irsandi H. Tiakoly, mengapresiasi dukungan Kementerian Kebudayaan melalui BP Kebudayaan Maluku terhadap upaya pelestarian kebudayaan di desanya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas negeri,” ujarnya.
Bagi Tomalehu Barat, pengembangan pariwisata berbasis budaya membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pemilik sekaligus penjaga warisan tersebut.
“Karena itu, inventarisasi situs, pendokumentasian sejarah, dan penguatan tradisi lokal menjadi bagian penting sebelum potensi budaya dikembangkan menjadi daya tarik wisata,” terangnya.
Rekomendasi yang dihasilkan juga menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM sebagai bagian dari strategi pengembangan.
Dengan demikian, pelestarian budaya diharapkan tidak hanya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.
Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, tokoh adat, dan masyarakat dalam merawat warisan budaya sekaligus merumuskan arah pengembangan pariwisata Tomalehu Barat.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



