Bambu Bekas Disulap Jadi Booth Ekraf – UMKM, Waimital Tampilkan Karnaval Budaya Ramah Lingkungan

potretmaluku.id – Kreativitas masyarakat menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan Karnaval Budaya Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ke-72 Tahun 2026. Salah satunya terlihat dari penataan booth ekonomi kreatif (Ekraf) dan UMKM yang memanfaatkan bambu bekas melalui konsep daur ulang.
Menariknya, kreativitas tersebut merupakan bagian dari inisiatif panitia pelaksana Karnaval Budaya Waimital yang setiap pelaksanaannya melibatkan kepanitiaan secara bergilir dari RW-RW yang ada di Desa Waimital.
Pada pelaksanaan Karnaval Budaya Waimital ke-72 tahun ini, RW Tirtomulio mendapat kepercayaan sebagai panitia penyelenggara.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten SBB, Yusnita mengapresiasi kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat Waimital dalam menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut.
“Ini merupakan hal yang patut diapresiasi. Panitia tidak hanya memikirkan bagaimana kegiatan ini berlangsung meriah, tetapi juga berinisiatif menghadirkan sesuatu yang kreatif dan bermanfaat. Pemanfaatan bambu bekas untuk booth UMKM menunjukkan bahwa dengan bahan sederhana pun masyarakat bisa menciptakan sesuatu yang menarik,” ujarnya, Rabu, 23 September 2026.
Menurutnya, sistem kepanitiaan yang bergilir antar-RW menjadi kekuatan tersendiri bagi Karnaval Budaya Waimital karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam merencanakan dan mengembangkan kegiatan.
“Setiap RW memiliki kesempatan untuk mengambil peran dan menunjukkan kreativitasnya. Ini adalah bentuk gotong royong masyarakat Waimital yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan,” tambahnya.
Konsep pemanfaatan bahan daur ulang tersebut juga dinilai sejalan dengan tema Karnaval Budaya Waimital 2026, yaitu “Harmoni Dalam Inovasi, Berkarya Membangun Desa.”
Selain menjadi tempat bagi pelaku UMKM mempromosikan produk lokal, booth yang ditata secara kreatif diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat karakter kegiatan.
Karnaval Budaya Waimital 2026 berlangsung pada 27 September hingga 3 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan Jalan Sehat dan Pembukaan UMKM pada 27 September, dilanjutkan Festival UMKM pada 27 dan 30 September serta 1–3 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Pentas Seni Jaranan, Tasyakuran dan Doa Bersama dalam rangka HUT ke-72 Desa Waimital, hingga puncaknya Festival Karnaval Budaya Waimital pada 3 Oktober 2026.
Karnaval ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan keberagaman seni, budaya, kreativitas, produk UMKM, serta semangat gotong royong dalam membangun desa.
Dari Waimital, budaya dirawat, kreativitas tumbuh, UMKM bergerak, dan masyarakat berkarya bersama.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis :
Editor :



