Sering Dianiaya, Wanita Muda Terjerat Kasus Pembunuhan Tragis di Belakang Hotel Sumber Asia
Pada hari kejadian, sekitar pukul 05.00 WIT, korban yang sedang mabuk bersama seorang temannya mendatangi tenda tempat LIN dan kedua anaknya tidur.
Korban memarahi LIN dan menyuruhnya bersama anak-anaknya meninggalkan tenda. Sempat terjadi adu mulut hingga teman korban pergi meninggalkan lokasi.
LIN yang merasa terhina dan tidak tahan dengan perlakuan korban, kembali ke tenda untuk mengambil parang dan pisau. Ia kemudian menyerang korban dengan pisau, menikam lehernya. Setelah korban jatuh, LIN menebas leher korban berulang kali menggunakan parang hingga tewas.
Tindakan Setelah Kejadian
Setelah memastikan korban meninggal dunia, LIN kembali ke tenda bersama kedua anaknya. Ia membersihkan parang dan pisau yang digunakan, kemudian menyimpan parang di dalam baskom berisi air dan pisau di dalam tenda. Setelah itu, LIN keluar dari lokasi bersama anak-anaknya dengan sikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
Kapolda Maluku, Kombes Pol Areis Aminnula, menjelaskan bahwa tindakan LIN dilakukan dalam kondisi tertekan akibat perlakuan korban yang sering mabuk dan kasar. Namun, hukum tetap berjalan, dan LIN kini ditahan di Rutan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan konflik rumah tangga sebelum berujung pada tindakan kriminal.
Kekerasan dalam hubungan sering kali menjadi pemicu tindakan nekat yang berakhir tragis. Saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



