AmboinaMalukuNasionalPendidikan & KesehatanSeni Budaya

Saadiah Uluputty Dukung Perjuangan A.M. Sangadji Sebagai Pahlawan Nasional

potretmaluku.id – Perjuangan untuk pengakuan tokoh pergerakan asal Maluku, A.M. Sangadji, sebagai pahlawan nasional oleh kembali digelorakan.

Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mandalise Indonesia (IPPMI), Hawa Sangadji dan sejumlah pengurus Kamis, (13/11/2025) kemarin menemui anggota DPR RI asal Maluku, Saadiah Uluputty, di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen Senayan.

Dikutip dari laman facebook Saadiah Uluputty, pertemuan itu menjadi ruang diskusi terbuka mengenai langkah advokasi baru agar pemerintah pusat segera mengabulkan usulan gelar Pahlawan Nasional bagi A.M. Sangadji. Dalam pertemuan tersebut, IPPMI menyampaikan kekecewaan mereka atas lambannya respon pemerintah.

Padahal, seluruh persyaratan administratif dan kajian historis telah dipenuhi. Namun hingga kini, nama A.M. Sangadji belum juga tercantum dalam daftar pahlawan nasional yang ditetapkan negara.

“Keputusan itu memang hak prerogratif Presiden, tapi harus didorong baik oleh kekuatan politik maupun pemerintah daerah agar didengar dan menjadi presure kuat dari maluku,”kata Saadiah Uluputty dalam pertemuan itu.

Kata Saadiah, meski momentum pemberian gelar pahlawan ditahun ini telah berlalu, namun masih ada ruang dan kesempatan untuk mengatur strategi bersama dengan semua pihak terkait, agar gerakan ini bisa lolos hingga diteken Presiden.

“Kerja kolaboratif lintas partai politik juga penting, agar perjuangan ini tidak berhenti di meja birokrasi,”tuturnya.

Tak hanya Saadiah, dukungan terhadap perjuangan A.M Sangadji sebagai pahlawan Nasional juga datang dari dua anggota DPR RI asal Maluku, yakni Alimuddin Kolatlena asal komisi VIII yang bermitra dengan Kementerian Sosial, dan Mercy Barends dari komisi X yang bermitra dengan Kementerian Kebudayaan.

“Kita sudah dengar sikap mereka dan mereka siap untuk sama-sama menyuarakan ini,”katanya.

Saadiah menilai pentingnya strategi komunikasi publik yang lebih kuat. Ia menyarankan agar tim pengusul dan organisasi pemuda memanfaatkan berbagai kanal media, baik media sosial maupun media massa nasional untuk mengenalkan kembali kiprah A.M. Sangadji sebagai pejuang kemerdekaan.

“Kita harus membuat publik dan pemerintah terus mengingat sosok Sangadji. Suara publik bisa jadi tekanan moral bagi negara untuk mengakui jasanya,”ujarnya.

Ke depan, lanjut Saadiah, perlu ada terobosan melalui jalur akademik dan kebudayaan. Ia mendorong agar para ahli sejarah nasional dilibatkan dalam diskusi ilmiah tentang peran A.M. Sangadji dalam pergerakan kemerdekaan.

“Kalau perlu, pemerintah daerah juga memberi penghargaan lokal sebagai bentuk pengakuan awal. Itu bisa menjadi pijakan moral sebelum pemerintah pusat menetapkannya sebagai pahlawan nasional,”tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button