Saadiah Dorong BPDAS Gandeng Rakyat sebagai Mitra Penanaman Produktif
potretmaluku.id – Anggota DPR RI Komisi IV, Saadiah Uluputty mendorong Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wilayah Maluku untuk menggandeng masyarakat dalam realisasi program penanaman produktif.
Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke BPDAS Wilayah Maluku pada Sabtu (24/5/2025).
Dalam pertemuan, politisi PKS bersama BPDAD membahas tantangan dan peluang penguatan program penghijauan dan rehabilitasi hutan di daerah kepulauan Maluku.
Saadiah menyebut, keberhasilan program BPDAS Maluku harus melibatkan rakyat sebagai mitra utama. Pola kemitraan tidak hanya memperluas cakupan program, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
“Kalau rakyat dilibatkan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi sebagai mitra aktif, saya yakin hasilnya akan lebih maksimal,”kata Saadiah dalam rilis yang diterima potretmaluku.id, Sabtu (24/5/2025).
Dalam pertemuan itu, lanjut dia, pihak BPDAS mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi, terutama terkait minimnya anggaran perjalanan dinas untuk pengiriman bibit dan pengawasan lapangan.
Srikandi asal daerah pemilihan Maluku itu mengusulkan agar BPDAS kedepan lebih memprioritaskan bibit-bibit produktif, seperti cengkeh hutan, cengkeh sansibar, pala saleman, serta duren musang king.
“Selain itu, saya mendorong pemanfaatan bibit tanaman okulasi seperti mangga, alpukat aligator, rambutan, dan sukun yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat,”terangnya.
Selain mendorong diversifikasi bibit, Saadiah juga mengusulkan agar kedepan ada kolaborasi lebih erat antara BPDAS dan masyarakat dalam program penanaman.
Bisa memikirkan skema penanaman bersama, supaya tidak hanya sekadar tanam, tetapi juga memastikan keberlanjutannya. “Ini akan jadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan rakyat,”imbuhnya.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi antara legislatif dan pelaksana teknis di lapangan.
“Saya akan sampaikan aspirasi ini ke Komisi IV DPR RI, agar program penghijauan di Maluku tidak hanya jalan di tempat, tetapi bisa bertransformasi menjadi penggerak ekonomi rakyat berbasis kelestarian lingkungan,”tandas Saadiah. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



