Remaja Mendominasi Penggunaan Internet, Begini Cara Melindungi Generasi Muda Kita
Peran Orang Tua dalam Keamanan Digital Remaja
Senada dengan Anggini, Dina Haryana dari Sejiwa menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keamanan digital remaja.
Menurutnya, remaja memiliki karakteristik yang unik: mereka penuh rasa ingin tahu, impulsif, dan mudah terpengaruh.
Lantaran itu, ia menegaskan, orang tua harus aktif mendampingi dan mengarahkan anak-anak mereka. Terkait hal ini, ia memperkenalkan konsep 3S: Screen Time (waktu layar), Screen Break (istirahat dari layar), dan Screen Zone (zona layar).
Orang tua, kata dia, perlu mengatur berapa lama anak boleh menggunakan gadget, kapan harus istirahat, dan di area mana gadget boleh digunakan. Misalnya, kamar tidur dan kamar mandi sebaiknya bebas dari gadget.
Selanjutnya, ia menyarankan, orang tua harus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Diskusikan apa yang mereka lakukan di dunia digital, konten apa yang mereka konsumsi, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain di media sosial. Ini akan membantu orang tua memahami dunia digital anak sekaligus memberikan bimbingan yang tepat.
Literasi Digital untuk Orang Tua
Meski begitu, di sisi lain, tidak semua orang tua melek digital. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk terus belajar dan memahami fitur-fitur keamanan yang tersedia di platform digital.
Sejiwa dan Tiktok sering mengadakan workshop dan roadshow ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan remaja.
Terkait tanggung jawab media dalam edukasi literasi digital, Andi Muhyidin dari Republika menambahkan, bahwa media juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi masyarakat tentang literasi digital.
Ia menyebutkan, Media harus menjadi sumber informasi yang kredibel dan memberikan konten yang mendidik, terutama terkait keamanan digital.
Andi menyarankan, media harus aktif membuat konten yang mengedukasi tentang bahaya cyberbullying, eksploitasi seksual, dan jejak digital.
“Konten ini harus disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja,” tutur orang tua dari tiga remaja ini.
Ia juga mengimbau media, untuk bisa berkolaborasi dengan platform digital seperti Tiktok untuk menyebarkan informasi tentang keamanan digital. Misalnya, dengan membuat kampanye bersama atau mengadakan webinar seperti ini.
Meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan, namun tantangan tetap ada. Salah satunya adalah ketimpangan ekonomi yang membuat banyak orang tua tidak memiliki akses ke gadget atau internet. Akibatnya, mereka tidak bisa mendampingi anak-anak mereka di dunia digital.
Terkait ini, Dina menyarankan agar ada gerakan sosial untuk membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu. “Misalnya, dengan memberikan bantuan gadget atau mengadakan pelatihan literasi digital di daerah-daerah terpencil,” tandasnya.
Webinar ini memberikan banyak insight berharga tentang bagaimana kita bisa melindungi remaja di dunia digital. Dari kebijakan dan fitur keamanan Tiktok, peran orang tua dan sekolah, hingga tanggung jawab media, semuanya saling terkait dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.
Kita semua punya peran untuk memastikan generasi muda bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, baik di dunia nyata maupun digital. Yuk, sama-sama kita jaga keamanan digital remaja kita!(ZAI)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



