Merujuk pada tradisi gereja, masa minggu sengsara juga dilakukan dengan berpuasa. Puasa itu dilakukan selama 40 hari. Kendatipun dalam Kekristenan puasa tidak diperintahkan tetapi bisa dilakukan asal tidak terlihat. Cara menjalankannya pun bebas.
Dalam artikel No. 397 pada ajaran gereja GPM, ada sedikit penjelasan tentang puasa. Puasa dalam Alkitab bukan hanya menghindari atau menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menghindarkan diri dari melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki Tuhan.
Puasa juga berarti penyesalan dan pertobatan untuk kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki. Dengan demikian, berpuasa merupakan tindakan untuk menaklukkan diri sepenuhnya di bawah kehendak Tuhan (Lebih jelas dapat dilihat pada Ajaran Gereja).
Sooo… Ramadhan dan Pra Paskah mengingatkan manusia untuk kembali ke jati dirinya. Menyadari diri sebagai manusia berdosa. Merenung akan kebesaran dan kebaikan Sang Pencipta.
Ramadhan dan Pra Paskah hendaknya mengingatkan kita bahwa Negara yang berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa ini masakan harus kalah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dengan negara-negara atheis yang zero toleransi dan bersih dari KKN.
Sebagaimana diketahui bahwa Skor IPK Indonesia pada tahun 2024 mengalami peningkatan 37/100 dari tahun sebelumnya yang berada di angka 34/100 dan menempatkan negara Ber-Ketuhanan ini berada di posisi 99 dari 180 negara.
Tapi apa iya, negara ini harus kalah dengan praktik Korupsi ditengah-tengah lautan manusia Indonesia yang semuanya memiliki agama ini?
Malu dong dengan negara yang tidak Ber-Ketuhanan namun IPK-nya tertinggi. Denmark dan Finlandia misalnya. Mereka atheis tapi IPK-nya di angka 90 dan 87.
Sebagai perbandingan, negara dengan IPK terendah adalah Somalia dengan skor 11, berikut Venezuela dengan skor 13. Indonesia di angka 37 (tahun 2024) sedangkan skor tertinggi dimiliki oleh Denmark. Singapura, negara Asia Tenggara adalah yang tertinggi ke tiga dengan skor 83. Singapura adalah negara yang 31,1% warganya adalah Buddha.
Indonesia…. Negara yang paling kuat praktik beragamanya. Ada 6 agama yang mendapatkan pengakuan negara untuk dicantumkan di KTP. Tapi di negara ini pula, menjadi lahan subur bertumbuhnya korupsi dan praktek tipu-tipu yang sporadis. Kapan akan berakhir? Allahualam.
Semoga ada perenungan mendalam di Bulan Ramadhan dan Masa Pra Paskah ini.(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



