Pulau Ambon Kondusif: Langkah Cepat Atasi Bentrok, Imbauan Bijak Medsos Digencarkan
potretmaluku.id – Dalam suasana pasca perayaan Idulfitri yang seharusnya penuh dengan kedamaian dan silaturahmi, wilayah Pulau Ambon dikejutkan dengan insiden bentrokan antar kelompok pemuda di desa Tial, Kabupaten Maluku Tengah.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Sebagai respons cepat, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan, dan perwakilan Pangdam XV/Pattimura, segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meredam situasi dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Rapat koordinasi yang diadakan di kantor Desa Tulehu pada hari Selasa, 1 April 2025, menjadi titik awal dari serangkaian upaya damai ini.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan dari berbagai tingkatan. Kehadiran Irwasda Maluku, Karo Ops, Direktur Intelkam, Dansat Brimob Polda Maluku, Kasatwil Den 88 AT Wilayah Timur, Kapolresta Ambon, Dandim 1504 Ambon, Kapolsek Salahutu, dan Danramil 1504 Salahutu menunjukkan keseriusan pemerintah dan aparat dalam menangani situasi ini.
Kapolda Maluku, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi. Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Idulfitri, yaitu saling menghargai, menghormati, menjalin silaturahmi, dan saling memaafkan.
“Seharusnya, di momen perayaan lebaran Idulfitri ini, kita saling menghargai, menghormati, menjalin silaturahmi, dan saling memaafkan sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menjaga dan mempertahankan situasi kamtibmas yang aman,” ungkap Kapolda.
Untuk mengatasi dampak dari bentrokan tersebut, Kapolda telah mengambil langkah-langkah konkret dan strategis.
Salah satunya adalah dengan melakukan konsolidasi internal, mengumpulkan dan memberikan pengarahan kepada para perwira dan Kapolsek sejajaran Polresta Pulau Ambon.
Tujuannya adalah untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon agar tetap kondusif dan tidak terpengaruh oleh kejadian bentrokan.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, turut menyampaikan komitmennya dalam membantu para korban. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi pengobatan korban dan menanggung biaya pengobatan serta biaya duka.
Selain itu, Gubernur Hendrik juga menegaskan bahwa persoalan ini akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dalam upaya meredam situasi, Kapolda Maluku mengimbau kepada para raja, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk berperan aktif dalam menenangkan warga.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan aparat keamanan. “Kalau terjadi apa-apa, tolong sampaikan kepada kita, jangan main hakim sendiri, jangan berbuat sendiri, karena negeri Tulehu sudah terkenal, ini aset kita,” tegas Kapolda.
Sebagai langkah preventif, Kapolda Maluku juga berencana mendirikan Pos Pengamanan untuk menjamin keamanan masyarakat Tulehu dan Tial.
Kapolda menegaskan bahwa aparat kepolisian akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Setelah rapat koordinasi, Gubernur, Kapolda, dan rombongan didampingi oleh Raja Negeri Tulehu dan tokoh masyarakat mengunjungi rumah duka Almarhum Zulfikar Ohorella. Kunjungan ini merupakan bentuk belasungkawa dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
Kapolda mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu atau informasi-informasi liar yang belum tentu kebenarannya. “Berikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut,” pinta Kapolda.
Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, dan perwakilan Pangdam XV/Pattimura menjamin bahwa situasi saat ini sudah aman dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.(*/TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



