AmboinaKawan Jebi

 Ponorogo Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO: Belajar dari Ambon Music Office

Tidak ketinggalan, SMA Kristen Ambon juga menjadi salah satu tujuan studi tiru. Sekolah ini dikenal dengan kurikulum muatan lokal wajib musik, yang menunjukkan betapa pentingnya pendidikan musik dalam membangun generasi kreatif.

Hal ini bisa menjadi referensi bagi Ponorogo untuk mengintegrasikan pendidikan seni dan budaya ke dalam sistem pendidikan formal.

Puncak Kappa Ihuruang dan Kolaborasi Lintas Sektor

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah kehadiran delegasi Ponorogo di acara Puncak Kappa Ihuruang, sebuah festival musik yang menampilkan kolaborasi antara musisi lokal dan internasional.

Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana AMO berhasil memposisikan diri sebagai pusat kreativitas musik yang diakui dunia.

Tidak hanya itu, pertemuan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku juga memberikan gambaran tentang peran pemerintah dalam mendukung pengembangan kota kreatif.

Kolaborasi antara sektor swasta, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan AMO dalam membangun branding sebagai “City of Music.”

Ronny Loppies: Narasumber Utama untuk Dossier Ponorogo

Ronny Loppies, Direktur AMO sekaligus anggota Panitia Seleksi Nasional Kota-Kota Kreatif menuju UCCN, memainkan peran penting dalam kunjungan ini.

Ia tidak hanya berbagi pengalaman dan strategi AMO, tetapi juga akan menjadi narasumber utama dalam pembahasan Dossier Ponorogo yang akan dikirim ke UNESCO.

“AMO berkomitmen untuk terus membangun ekosistem musik dan menjaga branding City of Music secara berkelanjutan,” ujar Ronny Loppies, yang juga adalah Focal Point Ambon UNESCO City of Music, serta Regional Coordinator Asia-Pacific UNESCO Cities of Music ini.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan AMO tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button