Ambon Dolo-dolo

Pesawat DC-9 Garuda Woyla Dibajak di Thailand, Ambon Geger

AMBON DOLO-DOLO

Koran Sinar Harapan (8 April 1981), yang lakukan reportase dari dalam pesawat, mewartakan bahwa peluru banyak paskali tambus bagian pintu. Ini posisi pembajak bernama Mahrizal tewas. Di salah satu jendela kokpit bagian kanan juga kaliatang balobang. Operasi Woyla berakhir berakhir setelah samua pembajak dilumpuhkan. Sementara sandera dievakuasi.

Herman Rante lalu dibawa ka Rumah Sakit Angkatan Udara di King Bhumipol, Bangkok. Antua parlu segera dapat bantuan penanganan medis. Selama lima hari antua dapat perawatan intensif. Tapi antua pung kondisi memburuk akibat komplikasi pasca operasi bedah.

Pada Minggu pagi, 5 April 1981, Herman Rante wafat dalam usia 38 tahun. Besoknya, antua pung jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kepala Bakin, Jenderal TNI Yoga Soegama, salut pada keberanian dan pengorbanan yang ditunjukkan Herman Rante. Jenderal bintang ampa ini yang jadi negosiator pemerintah hadapi para pembajak. Antua, sebagaimana dikutip Kompas (7 April 1981) bilang, “Almarhum Herman Rante benar-benar memperhatikan keselamatan penumpang. Pada saat-saat terakhir perundingan dengan pembajak, ia masih sempat agar penumpang dan awak pesawat dapat diselamatkan.”

Para pembajak, Imran cs, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada tahun 1981. Para pelaku terorisme ini samua dieksekusi mati.

Pasca-operasi pembajakan sandera pesawat DC-9 Garuda Woyla di Don Muang, Thailand, akang pung hikmah, yakni tahun 1982, dong bentuk Satuan Penanggulangan Teror 81 (Satgultor 81) Kopassus di kalangan TNI AD. Angka 81 dalam satuan ini merujuk pada Operasi Woyla yang dilakukan tahun 1981.

Setelah itu, di TNI AL dong bentuk pasukan antiteror yang dikasi nama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), tahun 1984. TNI AU, sejak taong 1990, juga punya satuan khusus antiteror, yang akang pung nama tu Satuan Bravo 90 (Satbravo 90) Paskhas, sebelumnya Detasemen Bravo 90 (Denbravo 90). Polri juga punya lai. Akang pung nama Densus 88 Antiteror. Detasemen Khusus Antiteror ini dibentuk bulan Agustus 2004.

Masih ada lagi Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) TNI, yang dibentuk tahun 2015. Ini merupakan pasukan gabungan lintas angkatan. Selain itu, kita punya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Lembaga pemerintah nonkementerian ini bertugas untuk menanggulangi tindakan terorisme.

Setelah puluhan tahun berlalu, beta inga pertiswa itu lai setelah baca buku “Operasi Woyla. Saat itu, Ambon geger karna Menhankam/Panglima ABRI deng kebanyakan petinggi militer ada di Ambon. Salah satu korban, Kapten Pilot Herman Rante juga ana Ambon. Orang tunya tinggal Ambon. Bahkan, pernyataan pers pertama tentang pembajakan pesawat itu dilakukan di Ambon.(*)

Makassar, 24 Februari 2024

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rusdin Tompo
Penulis, Rusdin Tompo.(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button