Ambon Dolo-dolo

Pesawat DC-9 Garuda Woyla Dibajak di Thailand, Ambon Geger

AMBON DOLO-DOLO

Sebelum carita operasi pembebasan sandera, beta mau lanjut sadiki do tentang Herman Rante. Tahun 1960, waktu dia pung umur kira-kira 17 tahun, dia ka Jakarta. Dia jadi petinju amatir, sesuai hobinya. Dia malah parna Juara III turnamen tinju kelas ringan se-Jakarta, tahun 1965.

Dari situ, dia dapa ‘nota’ dari Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia). Nota itu dari OB Sjaaf, Ketua Harian Pertina untuk iko pendidikan penerbang pada Akademi Penerbangan Indonesia (API) di Curug (Sinar Harapan, 7 April 1981). Balajar di situ ampa taong, dia kemudian diterima maskapai Garuda Indonesia Airways, taong 1970.

Antua pung karier dimulai sebagai junior kopilot pesawat Garuda F-27. Hanya butuh satu tahun, antua su jadi kapten penerbang Garuda F-27. Garuda lalu kasi skola antua ka Miami, Amerika Serikat, par balajar instrument dan double engine.

Sejak itu, antua pung karier melejit. Tahun 1975, antua su jadi kopilot Garuda DC-8. Di tahun 1979, antua mulai jadi pilot pesawat Garuda DC-9. Saat menerbangkan Garuda Woyla, Herman Rante su pung pengalaman 1000 jam tarbang.

Drama pembajakan DC-9 Garuda Woyla terjadi sejak hari Sabtu, 28 Maret 1981 sampe 31 Maret 1981. Pembajak menyamar sebagai penumpang. Para pembajak samua pake senjata api.

Dong tadinya paksa tarbang ka Kolombo, Sri Lanka. Tapi pilot bilang bahan bakar seng cukup. Lalu pesawat mendarat sementara di Penang, Malaysia, untuk isi bahan bakar. Kemudian lanjut tarbang ka bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand. Ale bisa bayangkan, akang pung tegang seperti apa.

Pelaku pembajakan pesawat ini ada 5 orang, dipimpin Imran. Para pembajak sebut dirinya “Komando Jihad”. Pembajak menuntut agar dong pung tamang-tamang yang ditahan di Indonesia segera dibebaskan. Dong juga minta uang sebanyak US$ 1,5 juta. Masih ada lai. Dong minta pesawat untuk pembebasan tahanan, yang tujuan penerbangannya dirahasiakan. Dong ancam bahwa su pasang bom di pesawat, dan akan meledakkan diri bersama pesawat itu.

Akang pung puncak itu waktu Operasi Woyla dilakukan. Waktu itu, pasukan komando di Indonesia balong pung pengalaman tangani terorisme pembajakan pesawat. Kopassanda (Komando Pasukan Sandhi Yudha), juga belum lama dibentuk. Kopassandha ini nanti berganti nama menjadi Kopassus (Komando Pasukan Khusus).

Pukul 02.45, tanggal 31 Maret 1981, terdengar desing peluru. Baku tembak terjadi. Prajurit dari Satuan Antiteror Kopassandha berhasil masuk ka Woyla, langsung menyergap pembajak. Dalam baku tembak ini, Achmad Kirang, salah satu anggota Satuan Antiteror Kopassandha meninggal. Sedangkan Herman Rante terluka.

Harian Angkatan Bersenjata (7 April 1981), memberitakan bahwa Herman Rante terkena peluru yang dilepaskan seorang pembajak yang berjaga di bagian depan pesawat. Herman Rante kana peluru saat sedang duduk di jok kemudi. Antua tergeletak, kapalanya berdarah. Walau terkulai, antua masih sadar.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button