Pasar Ole-Ole Sepi Pengunjung, DPRD Minta Pemkot Ambon Tata Ulang
potretmaluku.id – Pasar oleh-oleh di kawasan Tantui yang menjadi pusat bisnis kini sepi pengunjung. Hal itu disebabkan lantaran lokasi pasar tidak strategis.
Selain itu, fasilitas penunjang di pasar tersebut juga belum memadai, dan masih banyaknya pedagang oleh-oleh khas Ambon masih tersebar pada beberapa titik berbeda.
Kondisi itu berdampak pada penarikan retribusi dari para pedagang yang menempati pasar. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw kepada potretmaluku.id, Kamis (9/1/2025).
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan kewajiban membayar retribusi kepada pedagang di pasar tersebut. Kewajiban pembayaran retribusi bagi para pedagang sebesar Rp.42 ribu per hari.
Hal itu memberatkan bagi para pedagang lantaran sepinya pengunjung di pasar tersebut. Komisi II DPRD Kota Ambon pun meminta agar Pemkot Ambon segera mengambil langkah-langkah strategis.
“Dari hasil tinjauan kita, memang pasar itu sepi pembeli. Nah, Pemkot harus menggalakkan promosi pasar oleh-oleh melalui media sosial dan melibatkan pelaku UMKM untuk menjajakkan produk khas mereka disana,” ujarnya.
Politisi Gerindra yang akrab disapa Tito itu menyarankan agar pemkot memberikan pelatihan pemasaran digital agar pedagang dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Sekarang kan era digital. Jadi harus perbanyak sosialisasi dan promosi di media sosial,” ujar Tito.
Dia mengaku, Komisi II telah menggelar rapat dengar pendapat bersama para pedagang yang berjualan di pasar oleh-oleh khas Ambon. Pedagang mengeluhkan sarana dan prasarana penunjang di pasar ole-ole, seperti ketersediaan air dan MCK yang kurang layak.
Dia berharap pemerintah bisa menaruh perhatian terhadap masalah yang ada, karena keberadaan UMKM tentu berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ambon.
“Air masih berwarna, kemudian WC juga tidak begitu bagus. Mereka bersedia bayar retribusi saja, asal fasilitas penunjang diperhatikan oleh pemerintah,” jelas Tito. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



