Doktor lulusan Studi Teknik Penerbangan Universitas Teknologi Rhein-Westfalen Aachen, Jerman ini tak menyelesaikan jabatan Wakil Presidennya hingga usai. Pasalnya dintengah jalan ia melanjutkan jabatan Seoharto sebagai Presiden. Jabatan ini diembannya sejak 21 Mei 1998-21 Oktober 1999.
Kedua, Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A,.Ph.D adalah seorang ilmuan dalam bidang politik. Menjadi Ketua Umum DPP Muhamadiyah lewat Muktar ke-43 di Banda Aceh. Memiliki peran dalam mempersure Seoharto agar turun dari jabatan Presiden.
Dikemudian hari bersama tokoh lintas profesi mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pilpres langsung di tahun 2004 ilmuan politik lulusan Universitas Chicago, Illinois, AS ini mencoba maju sebagai Capres duet dengan Cawapres Siswono Yudohusoda. Belum beruntung, karena Pilpres langsung pertama ini dimenangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla.
Ketiga, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’aruf Amin, tidak banyak yang tahu, jika Ma’aruf Amin dalam kariernya adalah seorang ilmuan dalam bidang ekonomi syariah. Debut sebagai ilmuan saat menjadi guru sekolah di Jakarta Utara sejak 1964-1970 lantas ditengah jalan ia naik kelas menjadi dosen pada Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama, Jakarta di tahun 1968. Pada 9 Agustus 2018 Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin menjadi pasangannya dalam Pilpres 2019. Duet ini sukses mengungguli pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pipres tersebut.
Keempat, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. ia satu-satunya ilmuan bidang politik, yang tidak memiliki jabatan akademik tertinggi yakni, professor dibandingkan Capres dan Cawapres lainnya. Pernah menjabat Rektor Universitas Paramadina. Pada tahun 2013 ia ikut dalam Konvensi Capres yang diselenggarakan Partai Demokrat.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



