Menelusuri Jejak Pasukan Gerak Cepat Indonesia di “Kabupaten Trikora” Papua Barat
REPORTASE PERJALANAN
Pada tiang tugu yang berbentuk persegi lima itu ada tiga buah prasasti. Prasasti pertama adalah pesan pahlawan sebagai tanda peristiwa. Prasasti kedua berisi nama-nama dari 53 prajurit yang gugur dalam missi Trikora. Sedangkan prasasti ketiga menyebutkan 27 nama prajurit yang selamat atau tertangkap Belanda. Khusus untuk prasasti pertama, terlihat sudah mengalami pergantian.
Teminabuan, Riwayatmu Kini
Kemajuan suatu daerah memang tidak bisa dilepaskan dari sarana prasarana transportasi. Bila sarana-prasarana transportasi di daerah itu cukup baik, maka kemajuan pun akan cepat meningkat. Proses pergerakan akan semakin cepat, sehingga perekonomian pun akan berkembang pesat. Berbeda halnya bila daerah itu masih terisolir dan tidak ada hubungan dengan daerah lainnya.
Baca Juga: Telusuri Bangunan Pillbox di Manokwari, Jejak “Threatre of Pacific” di Bumi Kasuari
Membaca kesaksian Jan Massink di atas, kita dapat membandingkan setelah 64 tahun berlalu. Sejak jalan lintas (darat) dengan daerah lain terhubung, maka Teminabuan mulai berderap maju. Perjalanan yang dulu harus ditempuh selama dua hari, kini hanya dengan dua-tiga jam saja sudah sampai.
Dulu hanya jalan setapak, kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Semakin banyak produk yang bisa masuk ke Teminabuan.
Oleh sebab itu, benarlah apa yang dikatakan Jan Boelaars beberapa puluh tahun lalu. Dalam bukunya, Manusia Irian: Dahulu, Sekarang dan Masa Depan, pastur Katolik yang juga dosen Antropologi di Universitas Cendrawasih Jayapura itu dengan tepat menggambarkan kondisi pada masanya:

“Kekurangan sarana-sarana perhubungan yang nyata (memang ada pesawat-pesawat terbang, tetapi tidak ada jalan-jalan) membuat komunikasi daerah-daerah pesisir dengan daerah-daerah pedalaman menjadi sulit dan mahal. Isolasi ini belum didobrak secara definitif.”
Baca Juga: Kunjungi Lokus Perang Wamsisil di Saparua, Menguak Sosok Misterius Pattimura
“Hidup di daerah pedalaman sudah sulit bagi orang-orang dari daerah lain di Irian yang lain, apalagi bagi orang-orang dari pulau yang lain. Hal itu memang dan tetap merupakan suatu tugas yang besar bagi mereka, yang toh mau memikulnya, dapat dipandang sebagai suatu beban tersendiri.”
Kini, Teminabuan telah menjadi sebuah kota yang berkembang dan maju. Selain sarana-prasarana transportasi yang sudah mulai semakin mudah –darat, laut dan udara– juga fasilitas telah mulai dilengkapi. Fasilitas pemerintahan, perekonomian, kesehatan dan pendidikan telah berkembang semakin baik.
Begitu juga untuk menjaga keamanan agar masyarakat tetap tenang dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari, telah dilengkapi dengan markas dan personel aparat keamanan, baik dari POLRI maupun TNI.(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



