AmboinaMaluku

Bodewin Perintahkan Satgas Perketat Pengawasan Terhadap Peredaran Tumbuhan & Satwa Liar

potretmaluku.id – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena perintahkan Satgas memperketat pengawasan terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar di Kota Ambon yang merupakan jalur masuk keluar utama di Indonesia Timur.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan peningkatan kapasitas Satgas Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (PPTSL) yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Selasa (5/6/2026).

Bodewin mengatakan, letak geografis Kota Ambon menjadikannya titik krusial atau pintu masuk dan keluar utama dalam peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di wilayah Indonesia Timur.

Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), selama kurun waktu 2020 hingga 2024, tercatat sebanyak 339 kasus perdagangan ilegal dengan total 4.386 individu satwa yang berhasil diamankan. Angka tersebut didominasi oleh burung paruh bengkok.

“Karena jalur distribusinya melalui pelabuhan dan bandar udara, maka Ambon menjadi pusat di Provinsi Maluku. Kita harus efektif menjamin perlindungan sumber daya alam ini,” tegas Bodewin.

Selain satwa darat, Bodewin juga menyoroti ancaman serius terhadap ekosistem laut, terutama praktik destructive fishing atau penangkapan ikan menggunakan bom yang merusak terumbu karang.

Menurutnya, terumbu karang di Ambon sangat banyak, tapi hari ini rumah ikan telah dihancurkan dengan bom. Itu ancaman keanekaragaman hayati.

“Satgas ini dibentuk untuk memastikan pengelolaan dilakukan dengan benar agar berdampak ekonomis secara berkelanjutan, bukan malah dirusak,”terangnya.

Bodewin menginstruksika seluruh anggota Satgas lintas sektor untuk bekerja secara sinergis. Sebab keberhasilan perlindungan alam hanya bisa dicapai jika setiap instansi meninggalkan ego masing-masing.

Bodewin berharap, seluruh anggota Satgas yang tergabung dari berbagai unsur ini memiliki komitmen yang kuat.

“Lakukan tugas dengan baik, pastikan kita ada untuk menjaga kelestarian sumber daya alam yang kita miliki,” terangnya.

Dia menyebut, Pemkot Ambon punya komitmen penuh untuk mendukung kerja Satgas melalui ruang kolaborasi yang luas. Hal itu dianggap sebagai perwujudan tanggung jawab moral dalam menjaga anugerah Tuhan berupa kekayaan flora dan fauna di bumi Maluku.

“Tugas kita memastikan bahwa apa yang kita peroleh, kita miliki, kita gunakan hari ini juga bisa dimiliki, digunakan oleh generasi kita di masa mendatang. mari kita jaga dengan baik,” tandas Bodewin. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button