Membaca Antropologi Kontemporer Paguyuban Lamahu dari Makassar
3. Tradisi hunggulia(deklarasi) lewat langgam lisan tanggomo dan tujai, sebagai ekspresi seni tutur yang memperkuat solidaritas sosial dan nilai kebersamaan.
4. Menegaskan kembali akar budaya(root of culture) negara etnik(lo lipu) dengan fondasi doktrin adat, „Adati hula-hulaa to syara, syara hula-hulaan to kurani“, menegaskan bahwa adat, syara, dan Quran sebagai pilar etika, hukum masyarakat Gorontalo.
5. Mengonsolidasikan kebudayaan – dalam tiga paradigma, Artefak, Sosiofak, Mentifak via Recalling Culture, Writing Culture, Culture Map — Gorontalo sebagai kekuatan kolektif yang menyatukan tradisi, bahasa, seni, sains dan nilai-nilai fundamental filosofis-spiritual.
6. Pengdokumentasian legasi dan pusaka warisab dalam ensiklopedi sejarah tokoh-tokoh Gorontalo, agar generasi mendatang memiliki rujukan otentik tentang perjalanan para pemimpin, ulama, seniman, dan pejuang.
7. Menetapkan visi misi menuju 1000 Tahun alaf Kegorontaloan, sebagai horizon peradaban yang meneguhkan eksistensi Gorontalo dalam skala nasional dan global.
Manado, 15 Juni 2026
PENGURUS PAGUYUBAN LAMAHU LO MOLADU PROVINSI SULAWESI UTARA
Reiner Emyot Ointoe
Ketua
Aan Pateda SE.Ak.
Sekretaris
H. Ariyanto Paneo SPd.
Bendahara
*Ditulis untuk Pelantikan Lamahu Sulut 2026-2032 di Makassar, 16 Juni 2026. Ballroom Hotel Aryaduta.
#coverlagu:
Lagu daerah Gorontalo Hulonthalo Lipu’U ciptaan Umar Djafar dinyanyikan ulang oleh penyanyi muda Lala Amri dan resmi dirilis pada Maret 2021 dengan aransemen pop modern.
Rilis ini bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan lagu tradisi Gorontalo dalam format kekinian.
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis :
Editor :



