AmboinaLingkunganMaluku

Komisi III Dorong Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan yang Rusak Akibat Banjir

potretmaluku.id – Komisi III DPRD Maluku mendorong perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor.

Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifuddin mengatakan, Maluku saat ini sudah berstatus tanggap darurat bencana, sehingga proses koordinasi dan pendataan dilakukan secepatnya.

Menurutnya, masalah kerusakan infrastruktur yang rusak telah dibahas bersama instansi terkait, baik Balai Pelaksana Jalan dan Nasional (BPJN) maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku. Dan semua infrastruktur yang rusak akibat bencana alam tengah diidentifikasi.

“Kemarin kami sudah minta diidentifikasi mana yang menjadi tanggung jawab Balai Jalan dan mana kewenangan provinsi,ujar Rovik kepada potretmaluku.id di ruang kerjanya, Senin (11/8/2025) kemarin.

Kata Rovik, salah satu infrastruktur yang didorong DPRD Maluku untuk dilakukan perbaikan adalah jalan maupun jembatan penghubung Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah dengan Dusun Taeno, Kota Ambon.

Akses tersebut dibangun pertama kali dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2018 atau 2019, lalu dilanjutkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Meski statusnya masih jalan provinsi, intervensi pembangunannya dilakukan Balai Jalan.

“Pak Gubernur Hendrik Lewerissa sudah turun langsung dan menyampaikan ke balai jalan. Insya Allah, itu akan dimasukkan dalam Inpres jalan daerah, tapi mungkin tahap ketiga,”terangnya.

Politisi PPP itu mengaku, Pemerintah Provinsi, DPRD, dan pemerintah daerah setempat terus memberi perhatian terhadap kerusakan infrastruktur yang harus prioritas, termasuk jembatan penghubung Wakal – Taeno yang merupakan salah satu akses utama masyarakat.

Rovik juga menyinggung rencana perubahan jalur pada area yang dianggap terjal dan rawan di jalan Wakal menuju Taeno, karena sering terjadi kecelakaan disana. Apalagi ada anak-anak pesantren yang setiap Minggu dikunjungi keluarganya.

“Itu juga diperjuangkan oleh anggota komisi III Halimun Saulatu yang juga warga Negeri Wakal. Jalur baru nanti harus lebih landai supaya tidak membahayakan warga,”jelas Rovik. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button