AmboinaInternasional

Kolaborasi Ambon-Darwin di Darwin Fusion 2025: Budaya, Ukulele, dan Hubungan Antarkomunitas

Nico yang juga merupakan Ketua ASC dan alumni Australia Awards, menambahkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan konsisten sejak 2017 hingga 2025, terutama melalui berbagai inisiatif di bidang pariwisata, pendidikan, sosial, dan budaya, dengan musik Jukulele sebagai simpul utama hubungan emosional dan kultural.

Kiprah ASC: Dari Musik hingga Diplomasi Komunitas

Ambon Sailing Community (ASC) memainkan peran vital dalam menjembatani hubungan kedua kota. Tak hanya lewat jalur formal, ASC justru beroperasi pada level akar rumput, membangun hubungan antar manusia yang lebih tulus dan berdampak.

ASC telah menyelenggarakan dan mengikuti berbagai kegiatan internasional yang mempromosikan budaya Maluku, termasuk tarian Pawela, vocal group, dan instrumen musik tradisional khas daerah. Semua penampilan ini menjadi bagian dari rangkaian acara di Darwin Fusion 2025, yang turut dihadiri delegasi dari berbagai negara.

Kehadiran tim dari Ambon dengan penampilan budaya yang autentik menjadi pembeda dalam acara tersebut, menunjukkan bahwa hubungan antar kota bisa memberi kontribusi besar bagi diplomasi kebudayaan, bahkan tanpa perlu melalui jalur kenegaraan formal.

Dukungan Penuh dari Konsul Jenderal RI di Darwin

Tak kalah penting, Konsul Republik Indonesia di Darwin, Bapak Bagus Hendraning, memberikan apresiasi tinggi terhadap pemaparan Nico Tulalessy. Ia menyatakan bahwa presentasi tersebut mencerminkan “people-to-people contact” yang sangat kuat—sebuah pendekatan diplomasi yang kian dibutuhkan dalam hubungan internasional modern.

KJRI Darwin sendiri berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan ASC dan memperluas kerja sama sister city antara Ambon dan Darwin, mengingat dampaknya yang begitu terasa dalam membangun harmoni sosial dan kebudayaan lintas negara.

Hubungan Ambon dan Darwin melalui skema sister city telah membuktikan bahwa jalinan komunitas dan budaya bisa menjadi fondasi kerja sama internasional yang kuat dan berkelanjutan.

Bukan semata proyek-proyek seremonial, tapi aksi nyata seperti pemberdayaan anak-anak melalui musik, bantuan kemanusiaan saat pandemi, hingga promosi kebudayaan di panggung global.

Apa yang dibangun oleh Nico Tulalessy dan ASC bersama warga Darwin adalah contoh relasi antarkota yang berbasis nilai dan kepercayaan, bukan semata kepentingan diplomatik sesaat.

Konsep ini layak menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dan dunia untuk membangun kerja sama internasional yang berakar dari masyarakat dan berbuah untuk kemanusiaan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button