Adat & BudayaLingkungamMalukuMaluku TengahNasionalSeribu Pulau

Ruang Hidup Terdesak, Raja Manusela Minta Persoalan Seram Utara Segera Dicarikan Solusi

potretmaluku.id – Persoalan tapal batas dan ruang hidup masyarakat di kawasan Seram Utara kembali disoroti. Masyarakat meminta pemerintah memastikan keberadaan kawasan konservasi tidak menghilangkan ruang mereka untuk hidup dan menjalankan aktivitas ekonomi.

Raja Negeri Manusela sekaligus Wakil Ketua Latupati Seram Utara, Marxion Eyale mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut satu negeri, tetapi melibatkan sejumlah negeri dan dusun di Kecamatan Seram Utara. Hal itu disampaikan saat bertemu Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (21/8/2026) kemarin.

Marxion mengapresiasi langkah Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat Seram Utara kepada pemerintah pusat.

“Itu satu penghormatan bagi kami kepada Pak Gubernur dan seluruh pemangku kepentingan di Maluku,” ujar Marxion.

Menurutnya, persoalan tersebut telah dibahas melalui sejumlah pertemuan di tingkat kecamatan yang melibatkan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, para kepala pemerintah negeri serta perwakilan masyarakat.

Marxion menyebut, tuntutan yang dibuat berdasarkan pemikiran para kepala pemerintahan negeri atau raja-raja. Tapi aspirasi itu dari masyarakat yang dihimpun dan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar untuk disampaikan kepada pemerintah daerah, DPRD, instansi terkait hingga pemerintah pusat.

“Ini merupakan aspirasi masyarakat mengenai apa yang menjadi keinginan mereka, kemudaian dirangkum menjadi dokumen resmi untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Marxion menegaskan, salah satu persoalan paling mendasar yang dirasakan masyarakat adalah semakin terbatasnya ruang untuk menjalankan kehidupan dan usaha.

Menurutnya, ketakutan masyarakat adalah ketika ruang hidup mereka semakin terbatas, sementara mereka beraktivitas di wilayah yang selama ini menjadi sumber kehidupan.

“Karena itu, kami terus mengawal proses ini agar ada ruang bagi masyarakat untuk berusaha dan hidup dengan baik,” katanya.

Dia berharap, pemerintah dapat menghadirkan solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan mengenai kawasan yang berlaku.

Dia juga memastikan masyarakat dan pemerintah negeri di wilayah Seram Utara siap menyerahkan seluruh dokumen hasil pembahasan di tingkat kecamatan kepada pihak terkait. Langkah itu penting agar penyelesaian persoalan memiliki dasar yang jelas dan dapat dikawal bersama.

“Tentu harus ada koordinasi yang baik dan mari kita kawal bersama apa yang pemerintah lakukan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Dia mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan dialog dalam mencari jalan keluar. Sebab persoalan ruang hidup masyarakat Seram Utara butuh kerja bersama antara masyarakat adat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Mari kita lihat substansi yang baik. Kita berbicara tentang bagaimana hak-hak masyarakat yang terabaikan dapat diperhatikan. Mari bergandengan tangan bantu pemerintah agar persoalan ini bisa diatasi,” tegasnya.

Marxion juga berharap seluruh proses yang sedang berjalan menghasilkan solusi yang benar-benar memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Saya percaya tidak ada pemerintah yang menginginkan sesuatu yang tidak baik bagi rakyatnya,” pungkasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button