PendapatPendapat

Kaleidoskop Maluku 2025: Merawat Damai, Menjemput Fajar di Atas Jembatan yang Goyah

PENDAPAT

Oleh: Redaksi potretmaluku.id

Catatan Editor: Kaleidoskop ini merangkum denyut utama pemberitaan potretmaluku.id sepanjang 202, tentang politik dan hukum, ekonomi dan iklim, perdamaian, anak muda, hingga musik yang mengukuhkan identitas Ambon dan Maluku di mata dunia.

Politik dan Hukum: Mandat Baru di Tengah Beban Lama

Waktu seakan melambat di koridor kekuasaan Maluku ketika Hendrik Lewerissa resmi menakhodai provinsi ini sebagai gubernur. Di akhir November 2025, dalam pertemuan di Bandara Pattimura yang diselimuti hujan tipis, ia memaparkan peta jalan pembangunan di hadapan Menteri Dalam Negeri.

Nada bicaranya tegas, namun sarat beban: ketergantungan fiskal Maluku terhadap pusat masih di kisaran 75 persen. Politik Maluku 2025 tak lagi semata tentang perebutan kursi, melainkan pergulatan struktural untuk keluar dari jerat keterbatasan fiskal yang selama ini menghambat lompatan pembangunan di negeri kepulauan ini.

Di kawasan Karang Panjang, dinamika politik juga bergerak ke fase konsolidasi. PDI Perjuangan mulai menata ulang barisan di bawah kepemimpinan Benhur G. Watubun untuk periode 2025–2030. Politik di sini tak lagi berbicara tentang hari ini, melainkan menyiapkan napas panjang menuju 2029. 

Optimisme perlahan dibangun, meski trauma kekalahan masa lalu tetap menjadi cermin yang memaksa partai-partai berhitung lebih dingin dan realistis.

Di bidang hukum dan tata kelola, 2025 ditandai dengan upaya memperkuat kesan transparansi. Kunjungan Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Ambon pada Oktober menjadi penanda bahwa penegakan hukum ingin ditampilkan lebih dekat dan responsif. 

Pemerintah Provinsi Maluku pun menggaungkan digitalisasi pengelolaan anggaran, termasuk di sektor pendidikan, sebagai jaminan bahwa setiap rupiah kini diawasi sistem.

Namun, skeptisisme publik belum sepenuhnya sirna. Di balik klaim reformasi, pertanyaan klasik tetap menggantung: kapan hukum benar-benar hadir sebagai payung bagi mereka yang rentan? 

Politik Maluku 2025 akhirnya tampil sebagai panggung harapan yang masih diuji, perpaduan antara mandat baru, luka lama, dan janji integritas yang menunggu pembuktian konsisten.

Dari Karang Panjang, satu refleksi menguat: mereka yang mampu merawat struktur hingga ke pelosok dan menerjemahkan kekuasaan menjadi keberpihakan nyata, akan memenangi kepercayaan rakyat dalam maraton politik yang panjang.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2 3 4 5 6Next page

Berita Serupa

Back to top button