PendapatPendapat

Kaleidoskop Maluku 2025: Merawat Damai, Menjemput Fajar di Atas Jembatan yang Goyah

PENDAPAT

Ekonomi, Iklim, dan Ketahanan Pangan: Menata Napas di Tengah Pasang

Perubahan iklim di Maluku tak lagi berhenti sebagai wacana ilmiah. Sepanjang 2025, fenomena rob semakin sering menyusup ke pemukiman pesisir Ambon dan pulau-pulau kecil sekitarnya. 

Laut yang dulu ramah kini perlahan menggerus fondasi rumah warga, memaksa masyarakat hidup berdampingan dengan abrasi dan ketidakpastian.

Di sisi ekonomi, pertumbuhan Maluku pada triwulan ketiga 2025 tercatat 4,31 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Angka ini menyimpan kisah perjuangan petani dan nelayan yang kini kesulitan membaca tanda-tanda alam. Kalender melaut warisan leluhur kian kehilangan akurasi akibat perubahan angin dan suhu laut.

Hasil tangkapan yang fluktuatif berdampak langsung pada harga pangan di pasar lokal, memicu tekanan inflasi yang terasa hingga dapur rumah tangga. Ketahanan pangan Maluku diuji oleh cuaca yang tak lagi bisa diajak berkompromi.

Di tengah tantangan itu, Maluku berupaya tak kehilangan jati diri. Panen serentak bersama TNI AL di BPBL Ambon, yang dihadiri Gubernur Hendrik Lewerissa, menjadi simbol bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar slogan. 

Upaya ini sejalan dengan wajah pariwisata yang kian sadar lingkungan, seperti Festival Pesona Meti Kei 2025 di Pantai Ngursarnadan yang menegaskan ketergantungan hidup masyarakat pada laut yang lestari.

Tantangan struktural tetap membayangi: ekonomi Maluku masih didominasi sektor primer bernilai tambah rendah. Diskusi tentang investasi hijau dan pembangunan rendah karbon mengemuka di ruang-ruang KADIN dan perhotelan. 

Di akar rumput, digitalisasi distribusi pangan mulai menyentuh pasar tradisional, sementara restorasi mangrove dan penguatan kembali Sasi menjadi benteng ekologis yang paling relevan.

Tahun 2025 menegaskan satu pelajaran: ekonomi dan lingkungan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Menjaga laut dan hutan bukan sekadar agenda moral, melainkan strategi bertahan agar kekayaan Maluku tak hanya menjadi cerita di masa lalu.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5 6Next page

Berita Serupa

Back to top button