Telusur Sejarah

Jejak Perang Pasifik di Babo*)

Catatan Perjalanan (Bagian 2)

Sedangkan Pesawat Jepang yang diselamatkan dari Babo, di antaranya:

  • Ki-48-II Lily. Pesawat ini dipindahkan ke Biak oleh militer Indonesia, kemudian disimpan di Museum Angkatan Udara Indonesia (AURI).
  • A6M5 Model 52 Zero. Pesawat ini diperbaiki pada tahun 1980-an, ditempatkan di dalam hanggar di Indonesia.
  • Ki-43-II Oscar. Pesawat ini diperbaiki dan disimpan di Museum Angkatan Udara Indonesia (AURI).
  • Ki-51 Sonia. Pesawat ini diperbaiki dan disimpan di salah satu hanggar di Indonesia.
  • A6M2 Model 21 Zero Tail 33. Pesawat ini diperbaiki pada tahun 1990, digunakan dalam restorasi di Rusia.
  • A6M3 Model 22 Zero 3869. Puing-puing pesawat ini dulu masih ada di Babo, diselamatkan pada tahun
  • 1991.
  • Ki-61 Tony Nomor Pabrik 7? Setengah depan di tempat sampah. Dipindahkan pada tahun 1991 ke California kemudian ke Rusia.
  • G4M1 Betty Nomor Pabrik 1280. Pesawat ini diperbaiki pada tahun 1991 dan kini ditampilkan di Planes of Fame Museum.
  • D4Y1 Judy Nomor Pabrik ??83 Pesawat ini diperbaiki dan dipindahkan dari Babo, kini ditampilkan di Planes of Fame, Arizona.

Baca Juga: Hikayat Tanah Hitu dan Kewafatan Mihirjiguna

Cabar Budaya di Babo

Tinggalan Perang Dunia II atau jejak Perang Pasifik (Theatre of Pacific) di Papua, tersebar di berbagai lokus. Mulai dari Fak Fak, Raja Ampat, Sorong, Tambrauw, Manokwari, Manokwari Selatan, Babo (Bintuni), Wondama, Nabire, Serui, Sarmi, Jayapura hingga Biak dan pulau-pulau sekitarnya.

Sebagaimana Pulau Doom di Sorong yang menjadi pusat pemerintahan pada saat itu, Babo juga sejak lama menjadi pusat pemerintahan. Silih berganti hoofd van platselijk bestuur ditugaskan disana. Sarana-prasarana di Babo pun dilengkapi dengan begitu baiknya. Padahal, pada tahun-tahun itu, di daerah lainnya, masih belum dapat menikmatinya.

jejak perang pasifik
Pesawat peninggalan Perang Dunia II di Babo (1941-1945).(Foto: Dok. Penulis)

Setelah Jepang menguasai Babo hampir dua tahun lamanya, pasukan Sekutu di bawah Amerika Serikat pun mulai dapat menguasai Babo minimal menjadikannya sebagai tempat yang tidak dapat dijadikan sebagai pertahanan Jepang. Melalui Pulau Biak, Morotai di Halmahera pun dapat dikuasi kembali oleh Sekutu, dan terakhir Filipina pun dapat diambil alih.

Baca JugaTelusuri Bangunan Pillbox di Manokwari, Jejak “Threatre of Pacific” di Bumi Kasuari

Kini, 80 tahun telah berlalu, Babo mulai ditata kembali menjadi kota yang maju. Bekas tinggalan Perang Dunia II hanya sedikit saja yang mendapat sentuhan pemeliharaan. Bahkan, beberapa tinggalan lain menjadi terbengkalai dan seolah tidak terawat. Pillbox peninggalan Jepang, pesawat Jepang dan Sekutu, misalnya.

Secara cagar budaya, keberadaan tinggalan atau jejak Perang Pasifik itu dapat didaftarkan ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan pemeliharaan dan dapat dijadikan sebagai obyek cagar budaya. Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 dan turunannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2022.

Bila semua ini dilakukan, maka masyarakat setempat akan dapat memahami sejarah Perang Pasifik di aras lokal mereka. Ini selain akan meningkatkan literasi, juga akan dapat menjadi arah pembangunan Babo ke depannya. Pembangunan berlandaskan sejarah Babo yang panjang.[]


Catatan:

*) Selesai ditulis di Arfai, Manokwari (Papua Barat) pada Jumat, 11 November 2022 pkl. 03:47 WIT.
**) Penulis merupakan Ikon Prestasi Pancasila 2021 Katagori Sosial Enterpreneur dan Kemanusiaan yang juga Pembina Nasional Forum Mahasiswa Studi Agama-Agama se-Indonesia (FORMASAAI). Domisili di Manokwari, Papua Barat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button