Atlit yang dikirim ke POPNAS oleh Dispora Maluku itu berdasarkan apa yang disampaikan IPSI Maluku. Namun sayang, yang dikirim tidak mengacu pada hasil seleksi pada dua kejuaraan tersebut.
“Tata kelola organisasi yang tidak tepat dalam pengiriman atlit harus mendapat evaluasi, karena tidak sesuai dengan surat yang mereka buat sendiri,” ujar Wally kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).
Menurutnya, IPSI Maluku tidak memiliki jiwa patriot untuk memajukan olahraga pencak silat. Karena atlit yang menang di dua kejuaraan itu tidak diakomodir untuk ikut POPNAS di Palu.
Cara yang dilakukan oleh Pengprov IPSI Maluku sangat diluar akal sehat. “Kalau masih ada nepotisme, otomatis ada oknum IPSI Maluku yang tidak paham dengan pengembangan olahraga Pencak Silath di Maluku,” pungkasnya.
Dia mengungkapkan, jika nepotisme itu masih diterapkan, maka tidak bisa berharap banyak terhadap prestasi yang akan dicapai oleh atlit silat dalam ajang pra POPNAS 2022.
“Jika Maluku ingin maju, kedepan perlu evaluasi dari KONI Provinsi dan kota/kabupaten terhadap cabor pencak silat agar kita bisa berbicara pada level Nasional,” tandas Wally. (HAS)
IKUTI BERITA LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



