Hari Anak Nasional di Ambon: Buku Dwibahasa “Tikus” Meriahkan Bahasa Basudara Cafe

potretmaluku.id – Hari ini, Minggu, 27 Juli 2025, menjadi momen yang tak terlupakan bagi anak-anak di Ambon, khususnya mereka yang berkumpul di Bahasa Basudara Cafe (Gedung Mandala Finance Lateri).
Dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional dengan tema “Katong Samua Basudara”, sebuah buku cerita anak dwibahasa yang menawan, “Tikus”, dibacakan untuk pertama kalinya di acara Baca Buku Bareng (Bacabar).
Buku “Tikus”, diterbitkan oleh Wai Ihu, menghadirkan keunikan dengan cerita yang ditulis dalam dua bahasa sekaligus: Melayu Ambon oleh Lise Yan Sui de Fretes dan Bahasa Indonesia oleh Zairin Salampessy.
Kisah petualangan tikus hutan dan sahabatnya tikus kota ini semakin hidup berkat ilustrasi memukau dari Bert van Ginkel dan desain grafis apik dari Jan Timorason (Cosmic Lounge).
Buku Tikus ini juga digunakan di Belanda dalam format bahasa Melayu Ambon – Bahasa Belanda, untuk kelompok diaspora Maluku oleh Lise Yan Sui de Fretes, yang memiliki Biro Bahasa LabeBaeLae.
Acara Bacabar ini semakin meriah dengan kehadiran pendongeng handal Maluku, Kak Eklin de Fretes, yang ditemani boneka kesayangannya Dodi. Mereka berhasil memukau para peserta cilik dengan pembacaan yang interaktif dan penuh semangat.
Tak hanya mendengarkan, anak-anak juga diajak untuk berpartisipasi aktif. Setelah pembacaan, mereka diberi kesempatan untuk menceritakan ulang kisah “Tikus” dengan gaya mereka sendiri.
Yang paling mengejutkan, tiga anak pemberani berhasil tampil dan menceritakan kembali cerita ini dengan lincah dan lancar, bahkan menggunakan Bahasa Melayu Ambon yang fasih! Sebagai apresiasi, mereka pun mendapatkan bingkisan menarik dari para penyelenggara.
Perayaan ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya lokal. Kak Eklin dan Dodi, sebagai bintang utama acara, juga mendapatkan hadiah istimewa berupa buku “Tikus” dari Wai Ihu dan LabeBaeLae.
Selamat Hari Anak Nasional! Semoga semangat “Katong Samua Basudara” terus berkumandang dan menginspirasi generasi penerus di Maluku.
Boudewijn Waas dari Bahasa Basudara Cafe menyebutkan, ini acara Bacabar perdana yang digelar untuk anak-anak. “Ke depan akan digelar secara rutin, namun belum dipastikan berapa kali dalam sebulan,” ujarnya.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi






