Olahraga

Garuda Muda Hajar Brunei 8-0 di Laga Perdana Piala AFF U-23

potretmaluku.id – Tim nasional Indonesia U-23 memulai kiprah mereka di ajang Piala AFF U-23 2025 dengan penampilan gemilang. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam, 14 Juli 2025, Garuda Muda mencukur Brunei Darussalam dengan skor telak 8-0.

Pesta gol ini dibuka dan didominasi oleh penyerang muda Jansen Raffen, yang mencetak enam gol hanya dalam satu pertandingan.

Lima gol ia cetak di babak pertama, termasuk satu dari titik penalti, dan satu gol tambahan dibukukan di babak kedua. Dua gol lainnya dilesakkan pemain pelapis yang masuk di paruh akhir laga.

Kemenangan besar ini mencerminkan dominasi penuh tim asuhan pelatih Jert Varenberg atas Brunei. Statistik mencatat penguasaan bola Indonesia mencapai lebih dari 70 persen, dengan sederet peluang emas yang tercipta sejak menit awal.

“Sejujurnya, saya membayangkan skor bisa tembus 12-0. Ketika saya tinggalkan stadion di menit ke-65 dengan kedudukan 7-0, saya masih sempat menyaksikan satu gol tambahan. Tapi tetap harus disyukuri. Ini kemenangan luar biasa,” ujar pengamat sepakbola tanah air, Ronny Pangemanan di kanal youtube miliknya, usai turut memadati GBK malam itu.

Varenberg sendiri tampak tenang, meski sorotan tajam tertuju pada rotasi besar-besaran yang ia lakukan di babak kedua.

Empat pemain utama, yakni Doni Tri Rachmat, Arkan Fikri, Raihan Hanhan, dan Robin Lailussa ditarik keluar. Sebagai gantinya, ia memberi menit bermain kepada Dominggus Dion, Firman Juliansyah, Altafindy, dan Franky Misa.

Namun, intensitas permainan Indonesia sedikit menurun. Meski terus menguasai jalannya laga, hanya satu gol tambahan yang tercipta di babak kedua.

Di sektor pertahanan, Brandon Chinoman tampil tangguh bersama Muhammad Gerari. Keduanya nyaris tak memberikan ruang bagi pemain depan Brunei untuk mengembangkan permainan. Permainan tenang dan disiplin mereka menjadi salah satu kunci kokohnya lini belakang.

Toni Firmansyah tampil dominan di lini tengah, sementara Arkan Fikri dan Raihan Hanhan menjadi jantung permainan yang mengatur ritme serangan.

Doni Tri yang bermain di sektor sayap juga menunjukkan kemampuan ofensifnya dengan beberapa umpan terukur yang berbuah peluang emas.

Secara keseluruhan, performa Garuda Muda dalam laga ini menuai pujian. Namun, pelatih Varenberg mengingatkan timnya untuk tidak cepat puas.

“Ini baru awal. Masih ada dua pertandingan penting. Fokus kami tetap final dan juara,” katanya dalam konferensi pers usai laga.

Hasil ini membuka jalan Indonesia menuju babak semifinal. Kekalahan Malaysia dari Filipina 0-2 di pertandingan sebelumnya memperbesar peluang Garuda Muda untuk lolos.

Jika mampu mengalahkan Filipina dan minimal bermain imbang melawan Malaysia, Indonesia dipastikan melangkah ke fase gugur.

Menurut regulasi turnamen, tiga juara grup otomatis lolos ke semifinal, ditambah satu runner-up terbaik. Dengan selisih gol besar dan catatan kemenangan bersih, posisi Indonesia terbilang cukup aman di persaingan klasemen sementara.

Pelatih Varenberg kini dituntut untuk menjaga konsistensi permainan dan rotasi pemain jelang dua laga berikutnya. Dalam jadwal, Indonesia akan menghadapi Filipina lebih dahulu sebelum menutup fase grup melawan Malaysia.

Meski kemenangan atas Brunei tak sepenuhnya bisa dijadikan tolok ukur kekuatan tim, namun performa solid di semua lini menunjukkan bahwa skuad muda Merah Putih layak diperhitungkan di turnamen ini.(*/TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button