Amboina

Gandeng OJK, BEI, KPEI & KSEI, IAIN Ambon Gelar Kuliah Umum Pengenalan Pasar Modal Syariah

Sekilas, Zainal juga menjelaskan tentang keberadaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang mewadahi program studi di bidang perbankan maupun ekonomi di kampus IAIN Ambon.

“Maka, kiranya dari kegiatan ini, kerjasama dengan seluruh komponen baik di OJK maupun BEI, serta lembaga lainnya, dapat terus terjalin untuk membangun Maluku, bangsa dan negara ke depannya,” tutupnya.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, sekaligus Anggota Dewan Komisaris OJK RI, Inarno Djadjadi, dalam sambutannya menyampaikan pula penghargaan kepada IAIN Ambon, atas kesediaannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kuliah Umum Pengenalan Pasar Modal Syariah.

Tak salah, kata dia, memilih IAIN Ambon sebagai tuan rumah, karena fasilitas dan pelayanannya yang luar biasa, sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik dan sukses.

“Iya, ini sungguh sangat luar biasa. Saya sangat surprise melihat gedung yang sangat megah ini. Tentunya, hal ini sangat selaras apabila IAIN Ambon segera beralih menjadi UIN,” ujarnya.

Sebab itu, pihaknya akan memberikan dukungan kepada IAIN Ambon agar alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dapat segera terealisasi.

“Kita turut mendukung pak untuk hal itu, dan mendoakan agar proses tersebut dapat cepat bisa tuntas di dalam waktu yang dekat,” janjinya.

Apalagi, kata dia, IAIN Ambon telah memiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang selaras dengan program-program, yang ada di lembaga mereka.

Pengenalan Pasar Modal Syariah

“Baik Bursa Efek Indonesia dan OJK akan mendukung untuk kelancaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,” tuturnya.

Sementara terhadap BEI dan OJK, Inarno berhaarap, kiranya kegiatan ini dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Provinsi Maluku.

Ia mengakui, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan juga perekonomian domestik dalam beberapa tahun terakhir, justru sektor keuangan syariah tumbuh dan berkembang secara positif baik di Indonesia maupun di berbagai mancanegara.

“Indonesia sendiri, karena memiliki sektor keuangan sosial Islam yang paling dinamis dan berkembang di antara seluruh negara di dunia,” urai Inarno.

Di akhir sambutannya, Inarno berpesan kepada mahasiswa IAIN Ambon, bahwa dengan adanya globalisasi dan revolusi industri 4.0, mahasiswa dan generasi muda, perlu terus mengupgrade diri dengan berbagai skills.

“Jangan hanya berdiam diri di zona nyaman. Sebab, persaingan akan semakin ketat terutama saat memasuki dunia kerja,” tandasnya.

Menurut dia, pasar modal syariah menjadi salah satu dunia yang sangat terbuka. “Dan menarik bagi mahasiswa untuk lebih mendalami dan kemudian turut terjun sebagai pelaku pasar,” pesan Inarno mengakhiri sambutannya dengan pantun.(*/TIA)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button