Sosok

Elly Idris Legenda Bola Nasional dari Pulau Buru

Dalam karirnya, Elly Idris juga sempat dipanggil Liga Selection yang pada waktu itu dilatih Danurwindo. Bersama Liga Selection ia kembali berkesempatan melawan juara Galataman yakni Niac Mitra. Dari tim senior PS Jayakarta kemudian, dia pindah ke Yanita Utama dan membawa klub yang bermarkas di Bogor ini menjuarai Galatama 1983-1984 dan 1984. Yanita Utama bubar, nasib Elly Idris bukan berarti pemain yang nomanden tanpa club, tapi ia pun bergabung dengan Kramayudha Tiga Berlian.

Saat bergabung dengan Kramayudha Tiga Berlian bersama kawan-kawannya pun sukses menjuarai kompetisi semi-pro pertama Indonesia ini untuk musim 1985, 1986 dan 1987. Meninggalkan Kramayudha Tiga Berlian, Elly Idris gabung ke Pelita Jaya. Di club ini ia bersama kawan-kawannya sukses mempersembahkan tiga gelar juara Galatama edisi 1988,1989 dan 1990. Kariernya dalam sepak bola tak sampai di liga perserikatan nasional saja, tapi terus melejit.

Ia pun terpilih untuk membela Timnas Indonesia, dimana ia menjaadi skuad Garuda dengan menempati posisi empat besar Asian Games 1986. Serta ia pun terakhir membela timnas Indonesia pada SEA Games 1993 asuhan pelatih Ivan Toplak.

Elly Idris pensiun pada usia 38 tahun. Saat ini ia berprofesi sebagai pelatih. Klub pertama yang dilatihnyaa adalah Persibom dua musim terakhir ini Elly melatih Persita. Selanjutnya ia pernah di tunjuk untuk melatih Persitara di Liga 3 pada tahun 2021 lalu. (skor.id, anakbola.net, 2020).

Elly Idris adalah legenda bola nasional dari Pulau Buru-Maluku, awalnya ia tak pernah bermimpi untuk tampil sebagai pemain bola di level nasional, tapi nasib mujur membawanya ke ibu kota negara Jakarta. Di Jakarta ia tak hanya bermain di club nasional Galatama saja, tapi ia tampil impresif dengan menjadi skuad Timnas Indonesia. Suatu kesempatan yang langka bagi anak kampung yang tidak pernah memiliki mimpi besar sejak awal untuk bermain di tingkat Asia mewakili Indonesia.

Seperti ungkapan Vince Thomas Lombardi (1913-1970), seorang pemain dan pelatih sepak bola Amerika bahwa, ”sepak bola itu seperti kehidupan – ia membutuhkan ketekunan, penyangkalan diri, kerja keras, pengorbanan, pengabdian, dan penghormatan terhadap otoritas.”

Dan itu sudah dilakukan Elly Idris dengan penuh ketekunan, pengorbanan, dan pengabdian dalam dunia persepakbolaan nasional. Hingga ia benar-benar menjadi legenda bola bola nasional dari Pulau Buru-Maluku, dengan berbagai prestasi yang ia torehkan tersebut.(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

IMG 20210826 175601
Penulis, M. Jen Latuconsina.(Dok. Pribadi)

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button