AmboinaKomunitasMaluku

Dualisme Hena Hetu Berakhir, Versi Batu Kuda & IC Menyatu

potretmaluku.id – Polemik dualisme kepemimpinan di tubuh paguyuban adat jazirah Leihitu Hena Hetu berakhir. Kubu musyawarah besar di Batu Kuda dan Islamic Center (IC) melebur jadi satu.

Penyelesaian dualisme itu dilakukan lewat upaya mediasi yang dilakukan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa selaku pembina politik Maluku sekaligus Upulatu Maluku dengan mempertemukan kedua ketua umum yakni Saleh Hurasan dan Jais Ely bersama sejumlah tokoh serta pengurus Hena Hetu pada Jumat (20/6/2025).

IMG 20250620 195812
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memediasi polemik dualisme kepemimpinan Hena Hetu Jazirah di ruang rapat gubernur, Jumat (20/6/2025). (Foto : potretmaluku.id/Hatuina Sam)

Penyelesaian polemik dikembalikan ke konstitusi organisasi dan berdasarkan akta notaris Nomor 01 Tahun 2022 serta Surat Keputusan Kemenkumham No. AHU 0006658.AH.01.07 Tahun 2022 Tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Perhimpunan Anak Negeri Jazirah Leihitu Hena Hetu serta Surat Keterangan terdaftar pada Badan Kesbangpol Provinsi Maluku, dengan ketua umum M. Saleh Hurasan.

Saleh Hurasan kepada potretmaluku.id menyampaikan, Ini merupakan momentum yang baik yang selama ini diharapkan oleh seluruh tokoh dan juga masyarakat dari 22 negeri di jazirah Leihitu.

“Tentu saya dan juga pak Jais Ely merasa bersyukur bahwa pada akhirnya Hena Hetu bisa melebur jadi satu,”ungkap Hurasan.

Dia memberikan apresiasi kepada Jais Ely yang memiliki pengertian tentang hal-hal yang bersifat normatif, sehingga kedepan akan dilakukan reposisi kepengurusan Hena Hetu dengan mengakomodir pengurus para tokoh jazirah yang ada dalam kepengurusan Jais Ely.

“Kita akan mereposisi kepengurusan Hena Hetu, dengan mengakomodir teman-teman dan saudara kita yang ada di kepengurusan pak Jais. Jadi tidak ada lagi kubu Batu Kuda dan kubu Islamic Center. Kita satu yaitu Hena Hetu,”tegasnya.

Hurasan juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa selaku Upulatu Maluku sekaligus pembina politik Maluku yang telah membantu memediasi polemik di Hena Hetu.

“Untuk itu, Hena Hetu tetap bertekad mendukung penuh program dan kinerja Pemerintah Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan pak Hendrik lima tahun kedepan,”tandasnya.

Sementara itu, Jais Ely menambahkan, ini salah satu catatan sejarah, dimana gubernur sebagai bapak pembina politik di Maluku telah memediasi dualisme kepemimpinan Hena Hetu yang beberapa tahun ini menjadi dipolemikkan.

“Hari ini semua sudah clean and clear, kita telah menyatu. Kita juga ingin sampaikan kepada publik di jazirah Leihitu bahwa tidak ada lagi dualisme,”tegas Jais.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku itu mengaku telah mendapatkan arahan dari Hendrik Lewerissa sebagai pembina politik di Maluku dan Upulatu Maluku agar dapat bersinergi bersama dengan pemerintah mewujudkan Maluku yang lebih baik.

“Tadi kita telah mendapatkan arahan dari pak Hendrik selaku Upulatu Maluku untuk bersinergi untuk Maluku pung bae dan Jazirah pung baa,”ujarnya.

“Jadi tidak ada lagi dualisme. Sekarang bagaimana kita melebur untuk sama-sama perjuangkan cita-cita jazirah Leihitu bersama pemerintahan Lawamena,”tambah Jais. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button