Nasional

DEEP Indonesia: Solusi Biaya Politik Bukan Mengganti Pilkada Langsung

Dalam pandangan DEEP, argumen biaya politik mahal juga keliru bila diselesaikan dengan mengganti sistem. Biaya demokrasi memang ada, tetapi seharusnya menjadi investasi akuntabilitas.

Bila pilkada dipilih DPRD, biaya politik tidak hilang; justru beralih ke transaksi tertutup. Neni memperingatkan, politik uang berpotensi makin pekat karena kandidat hanya perlu melobi puluhan anggota dewan, bukan meyakinkan jutaan pemilih.

Laporan Dana Kampanye Dianggap Minim Transparansi

DEEP Indonesia menyoroti masalah transparansi laporan dana kampanye. Mengacu temuan mereka selama Pemilihan Serentak 2024, ada 13 kasus kandidat kepala daerah yang melaporkan dokumen awal, penerimaan, dan pengeluaran dana kampanye dengan isi sangat minim, padahal kampanye serta pemasangan baliho dan spanduk berlangsung masif.

Faktor ini, menurut DEEP, menunjukkan bahwa masalah mahar politik, biaya kampanye, dan saksi tidak akan otomatis teratasi hanya dengan menghapus pilkada langsung.

Sebagai alternatif, organisasi ini mengusulkan peningkatan transparansi dana kampanye agar publik dapat menilai apakah mahar politik benar terjadi, serta mendorong perbaikan sistem kaderisasi partai, penekanan biaya kampanye, edukasi politik masif, perbaikan manajemen pilkada, dan penegakan hukum yang lebih kuat.


Penulis :
Editor :

Previous page 1 2 3 4Next page

Berita Serupa

Back to top button