Maluku

Menelusuri Jejak Rempah dan Budaya di Maluku Coffee Week: Lebih dari Sekadar Minum Kopi

​Kopi bukan sekadar gaya hidup urban, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas dan sejarah panjang masyarakat Kepulauan Maluku. Semangat inilah yang melandasi gelaran perdana Maluku Coffee Week (MCW) yang siap dihelat pada 6 hingga 8 November mendatang, di Kota Ambon.

​Berbeda dengan festival kopi pada umumnya seperti Jakarta Coffee Week atau Jogja Coffee Week, Maluku Coffee Week mengusung pendekatan unik dengan memadukan unsur kopi, tradisi lokal, serta kepedulian lingkungan.

​Otam, perwakilan Tim Media dan Komunikasi Maluku Coffee Week, mengungkapkan bahwa persiapan gelaran ini merupakan buah dari riset mendalam selama hampir satu tahun. 

Melalui tagline “Taste the Island, Brew the Culture”, tim penyelenggara bertekad mengenalkan tradisi minum kopi khas Nusantara yang otentik.

​”Setelah kami keliling, ternyata Maluku punya budaya minum kopi yang sangat kuat dan perlu dikenalkan dengan cara yang tepat,” ujar Otam saat ditemui di Ambon.

​Merekam Tradisi Raraobang hingga Tradisi El-Lula

​Salah satu kekayaan tradisi yang diangkat dalam ajang ini adalah Raraobang, yakni teknik merbus kopi bersama rempah-rempah dalam satu proses khas Maluku. 

Selain itu, ada pula tradisi El-Lula dari Tanjung Al-Ula, Desa Sawai/Luhu, di mana biji kopi direndam menggunakan air laut sebelum diolah.

​”Di dunia kopi modern, teknik perendaman dengan air garam ini mirip dengan konsep decaf yang dikembangkan merek-merek besar. Rendaman air laut ini menurunkan kadar kafein tanpa menghilangkan karakter cita rasanya. Dulu, leluhur kita menggunakan teknik ini agar kopi lebih awet saat pengiriman jarak jauh,” jelas Otam.

​Tidak hanya soal tradisi, Maluku juga menyimpan potensi varietas kopi unggulan. Selain Robusta dan Arabika, wilayah Seram Bagian Timur dikenal sebagai rumah bagi varietas Excelsa, biji kopi bernilai tinggi yang sangat diminati di pasar internasional, seperti Malaysia.

​Festival Ramah Lingkungan dan Edukasi Industri

​Ajang Maluku Coffee Week perdana ini berdiri di atas empat pilar utama, salah satunya adalah kepedulian lingkungan melalui program Eco Fest. Penyelenggara berkomitmen mengelola sampah kopi secara langsung di lokasi acara (live action).

​Ampas kopi dari para tenant akan disulap secara instan menjadi upcycled product seperti gantung kunci, tatakan gelas, hingga asbak yang akan dibagikan gratis kepada pengunjung. 


Penulis :
Editor :

1 2Next page

Berita Serupa

Back to top button