Menelusuri Jejak Rempah dan Budaya di Maluku Coffee Week: Lebih dari Sekadar Minum Kopi
Selain itu, bekerjasama dengan Bank Sampah Induk dan Pegadaian, pengunjung dapat mengumpulkan sampah plastik untuk dikonversikan menjadi tabungan emas.
Rangkaian acara selama tiga hari tersebut akan diisi oleh beragam kegiatan interaktif:
– Galeri Kopi Lokal & Nasional: Menampilkan 50 booth/tenant kopi, termasuk dari Makassar dan Maluku Utara, hingga kehadiran seduhan tradisional dari Sibu-Sibu dan Foramadiahi.
- EduCoffee & Coffee Talk: Kelas barista dan seminar yang membahas peluang bisnis kopi serta rantai pasok industri kopi lokal.
– Kompetisi: Ajang unjuk bakat barista dalam kategori Manual Brew (54 peserta) dan Latte Art (24 peserta) dengan babak final berkonsep Open Service.
– Awarding & Bantuan Petani: Penyerahan bantuan mesin pascapanen kepada kelompok petani kopi di Buru dan Seram.
Mendorong Maluku Jadi Hub Kopi Timur Indonesia
Harapan besar menyelimuti gelaran skala besar yang baru pertama kali diadakan khusus untuk industri kopi di Maluku ini. Harapannya, penikmat maupun pelaku industri kopi nasional tidak lagi memandang sebelah mata potensi Maluku di antara Makassar dan Papua.
”Harapan kami sederhana, kita bisa sama-sama bergembira merayakan hari raya kopi ini. Kami ingin mengedukasi sekaligus menghadirkan atmosfer kompetisi standar nasional di Ambon,” pungkas Otam.
Maluku Coffee Week akan resmi dibuka pada Jumat sore jam 15.00 WIT dan berlangsung hingga tengah malam.
Pembukaan acara secara simbolis akan diwarnai oleh aksi pimpinan daerah yang menyeduh kopi Maluku bersama para pakar kopi nasional dan ketua asosiasi.(Tiara Salampessy)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis :
Editor :



