Maluku Tenggara

Bupati Maluku Tenggara Soroti Peran Gereja Hadapi Tantangan Era Digital

potretmaluku.id – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mendorong Gereja Protestan Maluku (GPM) memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. 

Gereja dinilai tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembinaan iman, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter, memperkuat keluarga, dan mendampingi kelompok masyarakat yang rentan.

Hal itu disampaikan Bupati Thaher dalam sambutan tertulis pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Jemaat GPM Anugerah di Langgur, Maluku Tenggara, Ahad, 23 Agustus 2026.

Menurut Thaher, gereja memiliki posisi strategis karena pelayanan keagamaan menjangkau masyarakat hingga wilayah yang tidak sepenuhnya dapat dijangkau oleh regulasi dan pelayanan pemerintah.

“Gereja bukanlah semata objek pembangunan, gereja adalah mitra untuk kemajuan daerah dan masyarakat,” kata Thaher dalam sambutannya.

Ia mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kualitas manusia menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan.

Karena itu, ruang pembinaan keagamaan dinilai memiliki posisi penting dalam meningkatkan kualitas manusia sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Thaher menguraikan sedikitnya tiga fungsi gereja yang dianggap relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pertama, fungsi pembentukan karakter. Pembinaan anak, remaja, dan pemuda melalui gereja dinilai sebagai investasi jangka panjang. 

Menurut dia, pelayanan tersebut dapat menjadi benteng pertama menghadapi berbagai tantangan zaman, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi daring, kekerasan dalam rumah tangga, serta dampak negatif media digital.

Kedua, fungsi penguatan keluarga. Keluarga, kata Thaher, merupakan fondasi utama masyarakat yang sehat. Pembinaan keluarga oleh gereja dapat mendukung program pemerintah, antara lain dalam penurunan angka stunting, peningkatan mutu pendidikan anak, serta penguatan kemandirian ekonomi.

Ketiga, fungsi pendampingan sosial. Gereja dinilai dapat berperan dalam mendampingi keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat yang terpinggirkan.

“Di sinilah kita melihat peran dan fungsi yang saling terkait dan saling melengkapi antara gereja dan pemerintah,” ujar Thaher.

Thaher juga menyoroti perubahan sosial yang berlangsung seiring perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi.

Jemaat GPM Anugerah, menurut dia, memiliki kedudukan strategis karena berada di kawasan ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Kondisi tersebut membuat jemaat bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi, perdagangan, jasa, transportasi, pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan.

Perubahan itu membawa peluang sekaligus tantangan. Akses pasar dan informasi yang semakin terbuka dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Namun persaingan yang lebih ketat dan gaya hidup konsumtif juga dapat memunculkan persoalan baru.

Salah satu tantangan yang disoroti adalah derasnya arus informasi dan pengaruh digitalisasi. Jika tidak disikapi secara bijak, perkembangan teknologi dapat menjadi pemicu berkembangnya berita bohong, hasutan, serta provokasi yang mengancam persatuan masyarakat.

Karena itu, Bupati Thaher meminta gereja terus menjadi sumber kesejukan sekaligus memberikan pesan tentang persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.

“Dalam konteks ini, umat perlu dibekali kemampuan menyaring informasi,” katanya.

Ia mengajak masyarakat merespons setiap persoalan dengan kepala dingin dan pemikiran jernih. Kemampuan mengedepankan kepentingan bersama, menurut dia, diperlukan untuk menjaga harmoni sosial.

Bupati Thaher juga mengaitkan pembangunan sosial dengan semangat berakar dan bertumbuh. Keharmonisan sosial, kata dia, bukan sekadar urusan kerukunan, melainkan bagian dari prasyarat pembangunan.

“Tidak ada investasi yang berkembang, tidak ada pasar yang ramai, tidak ada peluang yang terbuka dan tidak ada pelayanan publik yang berjalan baik di daerah yang tidak kondusif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Thaher menyampaikan harapan agar Jemaat GPM Anugerah terus menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Ia meminta jemaat berperan sebagai teladan dalam kehidupan sosial, moral, maupun ekonomi. Peran tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi warga jemaat, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Thaher juga mengajak Jemaat GPM Anugerah memperkuat iman dan ketekunan dalam pelayanan.

Ia berharap peringatan ulang tahun ke-28 Jemaat GPM Anugerah menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan pelayanan, sekaligus mempererat hubungan antara gereja dan masyarakat.

“Jadikan jemaat ini sebagai teladan kemandirian, baik secara rohani, sosial, maupun ekonomi,” kata Bupati Thaher.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Berita Serupa

Back to top button