AmboinaEkonomiMaluku

Hendrik Klaim Kemiskinan dan Pengangguran di Maluku Turun: Bagi Keluarga, Ini Pintu Harapan

potretmaluku.id – Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran menjadi salah satu indikator yang disoroti Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam evaluasi pembangunan daerah di usia ke-81 tahun.

Data yang disampaikan menunjukkan angka kemiskinan Maluku turun dari 15,25 persen pada September 2025 menjadi 14,91 persen pada Maret 2026.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka juga mengalami penurunan dari 6,11 persen pada November 2025 menjadi 5,75 persen pada Mei 2026.

Hendrik mengatakan, angka tersebut harus dilihat bukan sekadar sebagai statistik, tetapi sebagai perubahan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Angka-angka ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi sebuah keluarga, penurunan kemiskinan berarti sebuah pintu harapan mulai terbuka. Bagi seorang anak muda, turunnya pengangguran berarti ada kesempatan untuk bekerja dan membangun masa depan,” ungkapnya.

Selain indikator kemiskinan dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi Maluku pada semester I 2026 tercatat 5,24 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di level 4,22 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku pada 2025 juga meningkat menjadi 74,09 poin dari 73,40 poin pada 2024 dan telah masuk kategori tinggi.

“Pemerintah akan terus mengarahkan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat,” kata Hendrik.

Sejumlah program yang disampaikan antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 254.872 penerima manfaat melalui 125 SPPG.

Di sektor perumahan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya meningkat dari 81 unit pada 2025 menjadi 6.880 unit pada 2026 dengan anggaran Rp137,6 miliar dan sasaran 34.400 jiwa.

Sementara di bidang ekonomi kerakyatan telah terbentuk 1.235 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 51 gerai telah dibangun.

“Program Sekolah Rakyat juga telah beroperasi di tiga lokasi, yakni Kota Tual, Kota Ambon dan Maluku Tengah, serta direncanakan berkembang menjadi 14 titik di 11 kabupaten/kota,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button