Dessy Halauw Dorong Pemerataan MBG bagi Siswa di Kecamatan Letisel
potretmaluku.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Dessy Halauw, mendesak agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau seluruh sekolah di Kota Ambon, salah satunya di wilayah Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel).
Hingga kini, ribuan siswa di wilayah tersebut belum merasakan manfaat dari program MBG lantaran belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat penyediaan makanan bergizi.
Menurut Dessy, kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani pemerintah bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Maluku. Untuk itu, dia mendorong agar pemerintah membuka peluang bagi investor maupun mitra swasta untuk membangun dapur MBG di Letisel.
Dessy menyebut, jumlah sekolah di wilayah Kecamatan Letisel cukup banyak sehingga layak menjadi salah satu prioritas pengembangan dapur MBG.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Anak bangsa lainnya mendapatkan program MBG, sementara di wilayah Letisel belum pernah sama sekali. Kami harap ada investor maupun mitra yang memenuhi persyaratan dapat mengambil peluang ini,” ujar Dessy kepada di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).
Politisi Partai Golkar itu menilai, alasan rentan kendali maupun sulitnya akses distribusi ke sekolah-sekolah di Letisel tidak boleh menjadi penghambat pemerataan program nasional tersebut. Pemerintah perlu mencari solusi agar distribusi makanan tetap dapat dilakukan secara efektif.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah mendesentralisasi titik distribusi. Artinya membangun sistem distribusi yang lebih fleksibel seperti menghadirkan sub-sub pos distribusi di wilayah tertentu, memanfaatkan teknologi pemantauan rantai pasok secara real time, hingga memperkuat standar logistik dan pengemasan makanan.
Selain itu, Dessy juga mendoro pelibatan masyarakat setempat dalam proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang ada di tiap-tiap wilayah Kecamatan Letisel.
“Kemudian berdayakan warga lokal untuk mendistribusi makanan siap saji ke sekolah-sekolah. Yah seperti desentralisasi distribusi gitu. Saya kira kalau ada kemauan, pasti ada jalan yang terbaik,” katanya.
Dia mengingatkan, tanpa kebijakan khusus untuk wilayah dengan kondisi geografis seperti Letisel, ribuan siswa berpotensi terus tertinggal dan tidak pernah menikmati manfaat program MBG.
Karena itu, dia meminta pemerintah untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak yang sama tanpa membedakan lokasi tempat tinggal. “Saya harap ada sesuatu yang khusus untuk wilayah seperti ini. Bukan apa yah, tapi ini soal pemerataan dan keadilan terhadap anak bangsa,” tegasnya.
“Kehadiran dapur MBG di Kecamatan Letisel tidak hanya akan menjamin pemerataan layanan bagi para siswa, tetapi juga membantu peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok penyedia bahan pangam dan distribusi program MBG,” tambah Dessy. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



