Menggeser Dominasi, Maluku Tenggara Amankan Peringkat Ketiga MTQ XXXI
potretmaluku.id – Peta kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku 2026 berakhir dengan kejutan di papan atas.
Kafilah Kabupaten Maluku Tenggara berhasil mengamankan posisi ketiga klasemen akhir setelah mengumpulkan 218 poin. Hasil ini mengukuhkan dominasi wilayah kepulauan selatan Maluku, di mana Kota Tual keluar sebagai juara umum dengan 409 poin, dibayangi ketat oleh Kabupaten Maluku Tengah di posisi kedua dengan 389 poin.
Ajang tahunan yang berlangsung sepanjang 22-28 Juni 2026 tersebut resmi ditutup oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala.
Dalam pidatonya, Asis memberikan catatan khusus mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektoral, mulai dari peran pemerintah daerah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), aparat keamanan, hingga tim medis yang menjaga stabilitas acara.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan MTQ XXXI Provinsi Maluku berlangsung aman, tertib, lancar, dan sukses,” ujar Asis di Langgur, Sabtu malam.
Menurut Asis, tema yang diusung tahun ini—*Mewujudkan Generasi Qurani yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing Par Malukum Pung Bae, memiliki urgensi besar dalam menjawab tantangan sosiologis Maluku hari ini.
Generasi masa depan, lanjut dia, dituntut menjadikan nilai alur hidup Qurani sebagai fondasi integrasi sosial, khususnya menyangkut kejujuran, disiplin, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Di sisi lain, signifikansi capaian tuan rumah disambut positif oleh internal birokrasi Maluku Tenggara. Ketua LPTQ sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid, menyebut keberhasilan menembus zona tiga besar ini merupakan buah dari restrukturisasi pola latihan yang radikal dan berjenjang.
“Prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, LPTQ, lembaga pendidikan keagamaan, para pelatih, pembina, serta dukungan masyarakat,” kata Rasyid menerangkan.
Sepanjang gelaran kompetisi, Maluku Tenggara mendulang poin krusial lewat kemenangan mutlak (Juara I) pada beberapa kategori bergengsi, meliputi cabang Murottal Dewasa Putra, Hifzhil 5 Juz Putra, dan Tafsir Bahasa Indonesia Putra.
Kafilah daerah ini juga mengamankan posisi podium pada Juara II, Juara III, hingga Juara Harapan di lintas disiplin seperti Tartil, Tilawah, Qiraat, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi, Dekorasi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Rentetan gelar ini mempertegas langkah jangka panjang Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk tidak sekadar menjadikan MTQ sebagai ajang seremonial, melainkan barometer pembangunan modal manusia yang adaptif namun tetap berbasis nilai religius.
Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pos LPTQ dan jaringan madrasah lokal guna mencetak qari, hafiz, dan mufasir yang kompetitif.
Targetnya tidak lagi sekadar level regional, melainkan persiapan menuju panggung nasional dan internasional, sekaligus mentransformasi nilai-nilai keagamaan menjadi instrumen pendorong indeks pembangunan manusia menuju visi Indonesia Maju.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



