Maluku Tenggara

Seleksi JPTP Malra 2026 Dimulai, Bupati: Lebih Baik Jabatan Kosong daripada Salah Orang

potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memulai proses uji kompetensi (job fit) dan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Tahun 2026 untuk mengisi 18 jabatan strategis yang masih kosong di lingkungan pemerintah daerah. 

Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara.

Pembukaan rangkaian seleksi dilakukan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (24/6/2026). 

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati, unsur DPRD, tim asesor Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta panitia seleksi.

Dalam sambutannya, Thaher Hanubun menegaskan pengisian jabatan strategis harus dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis kompetensi. 

Menurut dia, kualitas birokrasi sangat ditentukan oleh kapasitas pejabat yang menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

“Negara menuntut kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik. Karena itu jabatan harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk melayani masyarakat,” kata Thaher.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan menjunjung tinggi prinsip sistem merit sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas aparatur terbaik yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.

Menurut Thaher, pemerintah daerah membutuhkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.

“Lebih baik sebuah jabatan itu kosong daripada diisi oleh orang yang salah,” ujarnya.

Ia menilai penempatan pejabat yang tidak sesuai kompetensi akan berdampak terhadap efektivitas organisasi, kualitas pelayanan publik, hingga pencapaian target pembangunan daerah. 

Karena itu, seleksi terbuka menjadi instrumen penting untuk memperoleh aparatur yang mampu menjawab tantangan pembangunan.

Dalam arahannya, Thaher juga memaparkan sejumlah prinsip kepemimpinan yang harus dimiliki pejabat pimpinan tinggi pratama, antara lain kemampuan menyusun kebijakan berbasis data, memiliki integritas, kemampuan analisis yang kuat, serta berorientasi pada hasil dan kinerja.

Sebagai contoh, ia menyebut keberhasilan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menurunkan prevalensi stunting hingga sekitar 10,4 persen atau berada di bawah target nasional sebesar 14 persen. 

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan pentingnya penyusunan kebijakan berdasarkan data yang akurat.

“Pemerintah modern tidak bisa dijalankan hanya berdasarkan asumsi. Setiap kebijakan harus didasarkan pada data, kajian, dan metodologi yang benar,” katanya.

Selain kompetensi, Thaher menegaskan integritas merupakan fondasi utama bagi setiap pejabat yang dipercaya memimpin organisasi perangkat daerah.

“Kalau nanti saudara dipercaya menjabat, integritas itu bukan hanya sebuah catatan yang saudara tandatangani, tetapi harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengedepankan semangat kolaborasi dan meninggalkan berbagai perbedaan demi mendukung kemajuan Kabupaten Maluku Tenggara.

“Tampilkan yang terbaik untuk diri sendiri dan masa depan Maluku Tenggara,” katanya.

Ketua Tim Assessment Center BKN, Dwi Wahyu Atmaji, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam menerapkan sistem merit pada proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama.

Menurut Dwi, seleksi terbuka merupakan bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, dan mampu mendukung pencapaian visi pembangunan daerah.

“Pengisian jabatan harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Tujuannya adalah mendapatkan talenta terbaik untuk membantu Bupati dan Wakil Bupati mewujudkan visi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan metode Assessment Center yang digunakan masih menjadi instrumen yang valid untuk mengukur kompetensi manajerial maupun sosial kultural aparatur sipil negara.

“Kami akan membantu memberikan informasi yang objektif kepada Bupati sebagai bahan dalam mengambil keputusan yang tepat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi, Rasyid, melaporkan seleksi terbuka tahun ini dilaksanakan untuk mengisi 18 jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih lowong.

Dari 49 pendaftar, sebanyak 48 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi. Satu peserta dinyatakan tidak lolos administrasi karena telah melampaui batas usia yang ditentukan.

Tahapan seleksi berlangsung pada 24 Juni hingga 3 Juli 2026 yang meliputi Assessment Center pada 24–27 Juni, penulisan makalah pada 29 Juni, serta wawancara pada 30 Juni hingga 3 Juli.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Bupati Maluku Tenggara bersama Wakil Bupati, unsur DPRD, tim asesor BKN, dan panitia seleksi sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian uji kompetensi dan seleksi terbuka JPTP Tahun 2026.

Melalui proses seleksi berbasis kompetensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap mampu menghasilkan pimpinan perangkat daerah yang profesional, berintegritas, dan memiliki kapasitas untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button