Modus Kejahatan di Balik Program KECe, BRI Diminta Audit Internal
potretmaluku.id – Sistem pengawasan dan keamanan manajemen internal BRI dinilai lemah. Pasalnya, tabungan sejumlah nasabah di Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah raib diklaim sebagai tagihan Kredit Cepat (KECe).
Saldo tabungan warga raib hingga puluhan juta. Padahal, mereka tidak pernah mengajukan pinjaman ke BRI. Namun saldo nasabah terkuras habis secara otomatis.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Rostina Hasyim mengaku prihatinan atas peristiwa tersebut. Dia mendesak pihak BRI melakukan audit internal secara menyeluruh untuk mengungkap akar persoalan serta pihak yang terlibat dalam praktik pemerasan dibalik program KECe.
“Kami minta BRI segera tangani kasus ini secara serius dan tidak mengabaikan keluhan masyarakat. Setiap warga yang merasa dirugikan berhak mendapatkan klarifikasi dan kepastian hukum,” tegas Rostina, kemarin.
Politisi Paetai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, pengalaman serupa juga pernah dialami salah satu anggota keluarganya, akibat dari kelalaian dari pihak bank.
Menurutnya, hal semacam itu membuktikan bahwa ada kelemahan serius dalam sistem pengawasan dan manajemen internal BRI. BRI harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan manajemen operasional.
“Itu penting agar kejadian serupa tidak terulang. Penanganan kasus tersebut juga harus dilakukan secara transparan,” ungkapnya.
Dia berharap, Pemerintah Negeri Kobi, dan juga para korban untuk tetap bersabar dan mempercayakan proses penyelesaian kepada Komisi III DPRD Provinsi Maluku.
“Kami pastikan akan mengawal persoalan tersebut hingga tuntas,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



