BPJN Maluku Dinilai Lamban Tangani Longsor di Batu Koneng
potretmaluku.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku dinilai lamban tangani material longsor yang menutup ruas jalan nasional di kawasan Batu Koneng, Kecamatan Teluk Ambon.
Seminggu sudah material longsor menutup ruas jalan nasional, namun hingga kini belum tertangani secara baik, sehingga menyebabkan kemacetan panjang di kawasan tersebut.
Lambannya penanganan dari BPJN memicu kritik dan penilaian negatif dari warga terhadap BPJN Maluku yang dianggap tidak tanggap terhadap bencana tersebut.
Rafsanjani salah satu pengendara roda dua mengatakan, ruas jalan di kawasan Batu Koneng itu tertutup sejak Minggu (17/8/2025) pekan kemarin akibat hujan deras yang mengguyur Kota Ambon.
Sejak itulah, akses transportasi menjadi terganggu. Setiap hari terjadi kemacetan panjang dari arah berlawanan, karena jalan yang bisa dilewati kendaraan hanya kurang lebih dua meter. Itu pun dibersihkan oleh warga disana.
“Ini aneh, sudah seminggu material tidak dibersihkan dari ruas jalan. BPJN Maluku terkesan lamban atasi masalah ini,”kata Rafsanjani kepada potretmaluku.id, Rabu (27/8/2025).
Kata dia, BPJN terkesan tidak serius menangani masalah yang dihadapi masyarakat. Padahal longsor yang menutup ruas jalan itu merupakan tanggungjawab bertanggung mereka.
“Harusnya pihak BPJN Maluku cepat tanggap menangani hal-hal yang urgen seperti ini, agar bisa dilewati secara normal,”ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Agus, salah satu sopir angkot jurusan Hunuth – Kota Ambon yang setiap harinya melintasi jalur tersebut.
Dia mengeluhkan lambannya penanganan material longsor berpengaruh pada pendapatannya, karena beberapa kali aksesnya ditutup, dan arus lalu lintas terpaksa dialihkan.
“Kalau antrian terlalu lama, penumpang bosan. Mereka mencari tumpangan lain. ini pengaruh terhadap pendapatan kami,”katanya.
Kata dia, penanganan cepat dari BPJN Maluku sangat diperlukan demi keamanan pengguna jalan serta kelancaran arus transportasi.
“Kami dapat segera ditangani, agar akses transportasinya kembali normal dan aman untuk dilalui,”tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



