Nasional

Generasi Muda dan UMKM di Pusaran Ekonomi Sulampua

potretmaluku.id – Di ruang ballroom sebuah hotel di pusat Kota Ambon, puluhan pejabat, akademisi, dan pelaku usaha duduk serius menyimak pidato Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath. Namun, di balik barisan formal itu, sesungguhnya ada wajah lain dari perekonomian Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua): generasi muda yang bertumpu pada usaha kecil dan menengah.

Vanath menegaskan, perekonomian Sulampua pada 2024 tumbuh 6,53 persen (year on year). Pertanian, industri, perdagangan, dan pertambangan menjadi penopang utama. Angka itu terbilang tinggi di tengah perlambatan ekonomi global. Namun, di balik capaian itu, sektor UMKM—yang banyak digerakkan anak muda dan keluarga kecil di kampung maupun kota—masih tertatih.

“Pertumbuhan kredit UMKM per Mei 2025 hanya 2,65 persen, sementara kredit baru justru mengalami kontraksi minus 3,78 persen,” kata Vanath dalam sambutannya di Rakorwil Sulampua Triwulan III, Kamis, 21 Agustus 2025.

Ia menyebut keterbatasan agunan dan tidak tersedianya laporan keuangan formal sebagai hambatan klasik. “Banyak pelaku usaha kecil tidak bisa mengakses pembiayaan karena syarat administrasi,” ujarnya.

Menguatkan Fondasi UMKM

Vanath menilai, penguatan pembiayaan di sektor strategis harus menjadi perhatian bersama. Dari sisi permintaan, daya beli masyarakat dan intensif usaha perlu diperkuat. Dari sisi penawaran, manajemen risiko lembaga keuangan dan kapasitas debitur, khususnya UMKM, harus ditingkatkan.

Kebijakan inklusi keuangan, pelatihan manajemen usaha, dan skema pembiayaan yang lebih adaptif menjadi kunci. “Kredit seharusnya menjadi instrumen efektif dalam memperkuat perekonomian Sulampua,” katanya.

Harapan dari Rakorwil

Rakorwil Sulampua Triwulan III ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkret. Vanath menyebut istilah debottlenecking—membuka simpul-simpul hambatan—agar pembiayaan bisa lebih inklusif dan berkualitas.

“Rakorwil ini harus memberi arah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara menyeluruh,” tutupnya.

Bagi para pelaku UMKM, khususnya generasi muda yang merintis usaha di tengah keterbatasan, harapan itu lebih dari sekadar jargon. Mereka menunggu langkah nyata: agar usaha kecil yang lahir dari kreativitas dan keberanian bisa tumbuh menjadi penopang utama ekonomi Sulampua.(*/TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button