Tak Hadir di Deklarasi Kampanye Damai, Hendrik Pilih Menghadap Prabowo
potretmaluku.id – Calon Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa batal menghadiri deklarasi kampanye damai yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Maluku pada Selasa (24/9/2024) kemarin.
Deklarasi kampanye damai itu sejatinya diikuti oleh tiga pasangan calon Gubernur Maluku. Namun yang hadir secara lengkap pada acara yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon itu hanya pasangan nomor urut satu Jeffry Appoly Rahawarin – Abdul Mukti Keliobas dan pasangan calon nomor urut dua, Murad Ismail – Michael Wattimena.
Sementara pasangan calon nomor urut tiga hanya dihadiri oleh calon Wakil Gubernur, yakni Abdullah Vanath. Abdullah Vanath juga mewakili Hendrik Lewerissa dalam penandatanganan naskah deklarasi kampanye damai tersebut.
Abdullah Vanath disela-sela penyampaian pidato politiknya mengungkapkan permohonan maaf atas ketidak hadiran Calon Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Dihadapan KPU, Bawaslu para kandidat, dan seluruh stakeholder yang hadir di deklarasi tersebut, Abdullah Vanath menyampaikan alasan sehingga Hendrik Lewerissa batal menghadiri deklarasi kampanye damai tersebut.
“Perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf dari calon Gubernur Nomor urut tiga, Bapak Hendrik Lewerissa kepada Komisi Pemilihan Umum dan hadirin sekalian, beliau tiba-tiba dipanggil oleh petinggi partai Gerindra (Prabowo) ke Jakarta,” ujar Vanath saat menyampaikan pidato Hendrik Lewerissa di kegiatan tersebut.
Dalam pidatonya, Vanath mengatakan, Pilkada di Maluku bukan hal yang baru. Masyarakat Maluku sudah sangat berpengalaman dengan hal ini. Tapi bagi rakyat, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bisa dijadikan teladan untuk semua masyarakat Maluku.
“Maluku sebagai provinsi termiskin di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath,” katanya.
Vanath juga mengungkapkan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) selama 10 Tahun.
Dia mengaku, dalam 10 tahun tersebut, mampu mengubah jumlah desa di SBT dari 56 desa menjadi 198 desa. Dari empat kecamatan di awal menjadi 15 kecamatan di SBT hingga saat ini.
“Saya percaya Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath bisa menjaga pendukungnya mengamankan dan menjaga Pilkada ini berjalan aman dan damai,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



