MalukuPendidikan & Kesehatan

Saat Dilantik, Penjabat Sekda Maluku Diingatkan Soal Tingkat Penyebaran Omicron

potretmaluku.id  Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si, Rabu (19/1/2022), resmi menjabat Penjabat Sekda) Maluku.

Sadali langsung mendapat instruksi dari Gubernur Murad Ismail, untuk menggerakkan seluruh jajaran birokrasi agar dapat menjadi ”mesin penggerak roda pemerintahan” yang efektif.

“Jajaran birokrasi harus mampu menciptakan pembaharuan, dan inovasi dalam rangka percepatan pencapaian target-target pembangunan, yang telah ditetapkan,” ujar Gubernur Murad, usai mengambil sumpah dan melantikan Penjabat Sekda Maluku, di Aula Lantai VII Kantor Gubernur Maluku.

Murad juga mengingatkan, saat ini kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19, bahkan terakhir virus ini telah bermutasi lagi menjadi varian baru, yang disebut dengan “varian omicron”.

“Tingkat penyebaran varian omicron ini lebih cepat, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir Februari atau awal Maret 2022,” terang Murad.

Sebagai Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan covid-19 Provinsi Maluku, Murad meminta Penjabat Sekda dapat mengambil langkah-langkah cepat, tepat dan terukur, dengan melibatkan seluruh jajaran satgas, termasuk TNI dan Polri, dalam penanganan Covid-19 di Maluku.

Selanjutnya dia meminta Sadali untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan mitra sejajar pemerintah daerah yaitu DPRD Provinsi Maluku, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah ini.

Murad juga meminta Sadali untuk wujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik, dengan mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparans, dan akuntabel.

”Optimalkan fungsi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan,” tandas Murad.

Sebelumnya, di awal sambjtan, Gubernur Murad menuturkan, pelantikan Penjabat Sekda Maluku ini, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, tentang Penjabat Sekda dan telah mendapat persetujuan tertulis, dari Menteri Dalam Negeri.

“Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya kekosongan jabatan Sekda, sekaligus dalam rangka menjamin kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik di Maluku,” jelasnya.

Jabatan Sekda Provinsi, kata Murad, merupakan jabatan yang sangat strategis, karena sekda merupakan jabatan karier tertinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat provinsi.

“Selain itu, sekda adalah juga Sekretaris Gubernur dalam kedudukan sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.,” ucapnya.

Masih kata Murad, dalam kedudukannya sebagai top manajemen dalam jajaran birokrasi, setidaknya ada (tiga) tugas utama Sekda, yaitu membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, dan pengkoordinasian administratif terhadap pelaksana tugas perangkat daerah, serta pelayanan administratif.

Murad juga menambahkan, saat ini kita telah memasuki tahun ketiga periode kepemimpinan pemerintahan 2019 – 2024.

“Banyak hal positif yang sudah kita capai dalam berbagai sektor pembangunan,” ujarnya.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button