Ricuh, Warga Ambalau Demo Tuntut Polda Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Hawa Bahta
potretmaluku.id – Warga Ambalau melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Maluku, Rabu (17/12/2025).
Mereka enuntut agar kasus penganiayaan terhadap warga Ambalau, Hawa Bahta, seorang pedagang kaki lima yang terjadi di depan Kampus PGSD Universitas Pattimura, kawasam Mangga Dua Kota Ambon, diusut tuntas.
Pantauan potretmaluku.id, aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi ricuh setelah massa melempari polisi dengan ban motor bekas.
Kericuhan itu terjadi saat massa aksi berusaha membakar ban, namun dicegah oleh aparat kepolisian yang berjaga-jaga di gerbang masuk Mapolda Maluku. Namun tidak berlangsung lama, kericuhan itu berhasil diredam.
“Aksi ini aksi damai. Kami hanya menuntut satu hal, yakni keadilan bagi ibu kami Hawa Bahta. Buka soal orang Ambalau, tapi bagaimnaa memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,”ujar Abas.
Dalam aksi itu, massa menyuarakan tuntutan agar Polda Maluku segera mengungkap serta mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penganiayaan.
Mereka juga meminta agar Kapolresta Pulau Ambon dan Kapolsek Nusaniwe dievaluasi, lantaran tidak menunjukkan langkah progresif dalam penegakkan hukum atas tindakan kriminal yang terjadi di ruang-ruang publik.
Abas menekankan, tugas pokok Kepolisian Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 13 undang-undang nomor 2 tahun 2022 itu bagaimana pemeliharaan keamanan, penegakkan hukum, serta perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat.
Menurutnya, kewajiban itu belum dijalankan secara maksimal, termasuk soal penanganan kasus penganiayaan dan penikaman yang dialami korban Hawa Bahta.
“Kami dapat informasi, pihak Polres telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Namun, sudah satu minggu ini pelaku belum juga ditangkap,”katanya.
Mereka juga mendesak Kapolresta mencopot Kapolsek Nusaniwe, karena dinilai gagal menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban (Kamtibmas).
“Kami harap, Kapolda Maluku segera evaluasi Kapolresta Pulau Ambon, dan segera mengusut tuntas kasus penganiayaan ini,”tegasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



